
Oleh: M.Ikbal Kadoya,S.H.
Patroli86.com ,, Setiap kali panggung penghargaan digelar, kita disuguhi pemandangan yang menenangkan hati—tepuk tangan meriah, senyum bahagia, dan ucapan penuh pujian. Namun di balik gemerlap itu, tersimpan kisah yang jarang diungkap: kisah tentang peradilan yang dipermalukan, tentang keadilan yang dikalahkan oleh kepentingan, dan tentang kebenaran yang perlahan kehilangan tempat di hadapan kekuasaan.
Dalam ruang sosial yang kian penuh sandiwara, penghargaan sering kali menjadi panggung ilusi. Ia bukan lagi cermin atas kerja tulus, melainkan simbol pengakuan yang dirancang untuk memperindah citra. Di balik senyum yang dipamerkan, ada kesunyian nurani yang berteriak; ada luka yang tak terlihat oleh mata khalayak.
Peradilan—yang semestinya menjadi tempat suci bagi pencari keadilan—kadang justru dijadikan alat pembenaran bagi mereka yang ingin terlihat benar. Hukum kehilangan makna saat ia tunduk pada kekuasaan, dan keadilan menjadi barang mewah yang hanya bisa dinikmati oleh mereka yang mampu membelinya.
Namun sejarah selalu memberi pelajaran: kebenaran tidak pernah bisa dikubur selamanya. Ia mungkin tertunda, tetapi tidak akan hilang. Sebab setiap ketidakadilan yang dibiarkan hidup, akan menumbuhkan generasi yang mempertanyakan makna keadilan itu sendiri.
Kita perlu kembali melihat penghargaan bukan sebagai simbol kesempurnaan, melainkan sebagai pengingat tanggung jawab moral. Sebab nilai sejati dari sebuah penghargaan bukan pada piagam atau medali yang diserahkan, tetapi pada kejujuran hati dan konsistensi dalam menegakkan kebenaran, sekalipun tanpa sorotan.
Ketika hukum telah kehilangan wibawa, maka yang tersisa hanyalah panggung—tempat para penguasa memainkan perannya masing-masing. Namun, di luar panggung itulah hidup rakyat kecil yang masih percaya bahwa keadilan, meski terseok-seok, tetap akan menemukan jalannya.
Dan di sanalah, di antara kesunyian perjuangan mereka, tersimpan penghargaan sejati—yang tak membutuhkan seremoni, karena ia hidup dalam nurani yang bersih.
Penulis:M.Ikbal Kadoya,s.h.







