
Jakarta — patroli86.com ,, 13 November 2025 Dalam semangat menjaga dan mengembangkan warisan budaya bangsa, Pesilat Tradisi Indonesia Raya (PETIRA) akan menggelar Festival Pencak Silat Tradisi Se–Jabodetabek (Piala Menteri Kebudayaan Republik Indonesia). Kegiatan ini mengusung tema “Pencak Silat Tradisi, Merajut Budaya Nusantara, Berbalut Bhinneka Tunggal Ika.”
Festival akan dilaksanakan pada Sabtu–Minggu, 15–16 November 2025, bertempat di Museum Satria Mandala, Jakarta Selatan. Ajang ini akan diikuti oleh puluhan perguruan silat tradisi dari berbagai wilayah Jabodetabek dan sekitarnya. Selain kompetisi silat tradisi, acara juga dimeriahkan dengan gelar budaya, bazar UMKM dan pertunjukan seni kolaboratif khas Nusantara.
Ketua Panitia Pelaksana, Refly Cahyadi (Tephy Condet), menyampaikan bahwa festival ini bukan sekadar ajang pertandingan, tetapi lebih pada upaya menguatkan identitas budaya dan rasa nasionalisme melalui seni bela diri warisan leluhur.
“Pencak Silat bukan hanya seni bela diri, tetapi cermin kepribadian bangsa Indonesia yang beradab, santun, dan menjunjung tinggi persatuan. Melalui festival ini, kami ingin mengajak generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya sendiri sebagai bagian dari jati diri bangsa,” ujar Refly Cahyadi.
Sementara itu, Pembina I Panitia Acara, Letkol Adm Dr. Saparudin Barus, S.T., M.M., menyampaikan apresiasinya atas semangat panitia dan seluruh peserta yang ikut berpartisipasi.
“Kami mendukung penuh kegiatan ini karena sejalan dengan upaya menjaga nilai-nilai luhur bangsa. Pencak Silat bukan hanya warisan budaya, tetapi juga simbol karakter, disiplin, dan cinta tanah air,” tutur Saparudin.
Hal senada diungkapkan oleh Pembina II Panitia Acara, Syarif Hidayatuloh, yang menekankan pentingnya kesinambungan antara tradisi dan generasi penerus.
“PETIRA hadir bukan sekadar menggelar festival, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebudayaan dalam setiap gerak dan langkah pesilat. Di sinilah makna sejati pelestarian budaya, ketika tradisi tidak hanya dipertontonkan, tetapi dihidupkan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Acara, Narwan Riyadi, menegaskan bahwa pelaksanaan festival ini menjadi wujud konkret dari kerja kolektif dalam menjaga kebudayaan nasional.
“Setiap unsur panitia bekerja dengan semangat gotong royong. Kami ingin menghadirkan festival yang tertib, berbudaya, dan memberi makna. Festival ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari gerakan kebudayaan untuk memperkuat karakter bangsa,” ungkap Narwan.
Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk
Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat eksistensi seni bela diri tradisional di tengah arus modernisasi, serta mempererat tali persaudaraan antarperguruan dan antardaerah.
Melalui festival ini, PETIRA menegaskan komitmennya untuk terus menjadi garda terdepan dalam melestarikan warisan budaya bangsa, menumbuhkan semangat nasionalisme, dan memperkuat persatuan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
Tentang PETIRA Pesilat Tradisi Indonesia Raya (PETIRA) merupakan wadah pembinaan dan pelestarian seni bela diri tradisi Indonesia yang berfokus pada pewarisan nilai-nilai luhur, karakter bangsa, dan semangat kebinekaan. Melalui kegiatan kompetitif dan kultural, PETIRA berkomitmen memperkuat jati diri bangsa melalui jalan budaya.







