
Bali,, patroli86.com ,, Pujawali Jelih atau Ageng yang berlangsung pada hari Tumpek Kuningan di Pura Puseh Siladan Kabupaten Bangli Bali berlangsung dalam suasana yang hening dan hikmat.Upacara dipuput Ida Pandita Mpu Parama Sadhu dari Gria Siladan Taman Bali Bangli.selesai acara persembahyangan bersama. Ida Pandita Mpu memberikan Dharma Wacana tentang Filosofi atau makna Banten Catur dalam melaksanakan Upacara Dewa Yadnya.
Ida Pandita Mpu menyampaikan pada umat yang ikut hadir dalam persembahyangan tersebut ,bahwa banten catur secara filosofi maknanya mewujudkan kemahakuasaan Ida Hyang Widhi Wasa, ada empat kemahakuasaan Tuhan Yang Maha Esa yang di sebut Cadhu Sakti ,Prabu Sakti Kemahakuasaan Tuhan,Wibhu sakti yang artinya maha sejahtra.
Jenana Sakti yang artinya maha mengetahui , Krya Sakti artinya mahakarya.Kemahakuasaan Tuhan melingkupi seisi alam semesta ,trus kalau kita kembalikan ke alam menurut Ida Pandita Mpu memberikan penjelasan, diharapkan agar manusia dapat mengendalikan diri atau menguasai diri sendiri dari keserakahan,kesombongan,keangkuhan,dan kemarahan.Manusia juga diharapkan untuk hidup tenang,damai,sejahtra lahir batin dan tetap bersyukur.
Dalam hidup ini kita harus meningkatkan pengetahuan dan dalam bekerja hendaknya melakukan dengan tulus iklas mengabdi pada Sang Pencipta Tuhan Hyang Maha Kuasa.Ida Pandita Mpu pada bagian akhir menyampaikan harapan pada umat dimanapun berada dalam melaksanakan Yadnya atau Upacara marilah kita melaksanakanya dengan rasa bakti yang tulus iklas serta sellu menjaga adat budaya yang adiluhung di Bali dan Nusantara .
Team








