
Ketapang Kalbar -Patroli 86.com.Proyek revitalisasi satuan pendidikan SMP negeri 2 matan hilir selatan MHS kecamatan matan hilir selatan,kabupaten Ketapang Kalimantan Barat yang dibiayai melalui Dana APBN tahun Anggaran 2025 proyek dengan nilai, Rp.530.000.000,00 (lima ratus tiga puluh juta Rupiah,terancam tak rampung sesuai jadwal yang sudah disepakati dalam kontrak atau perjanjian kerjasama.
“Sementara dalam papan informasi proyek tidak berjalan sesuai target waktu pelaksanaan yang seharusnya pekerjaan proyek Revitalisasi SMP negeri 2 matan hilir selatan MHS kecamatan matan hilir selatan kabupaten Ketapang Kalbar tersebut berakhir jadwal yang Sudah disepakati kontrak, padahal berdasarkan papan kegiatan dilokasi proyek ini merupakan program Revitalisasi satuan pendidikan dibawah Direktorat sekolah menengah, kementrian pendidikan Dasar dan menengah,padahal pekerjaan dimulai pada tgl (10 September s.d 8 Desember 2025) 90 Sembilan puluh hari Kalender.
Namun fakta dilapangan berbicara lain.hingga mendekati tenggat waktu, masa pekerjaan justru kondisi bangunan masih belum sepenuhnya selesai sisa material dan potongan – potongan kayu bongkaran tampak berserakan, beberapa bangunan Belun difinishing, dan aktivitas pekerjaan terkesan minim kondisi ini kuat memunculkan dugaan bahwa pelaksanaan proyek tersebut terancam gagal rampung tepat waktu.
“Padahal dalam proyek Revitalisasi yang dilaksanakan oleh panitia pembangunan satuan pendidikan yaitu (P2SP ) termasuk kepala sekolah memiliki peran strategis dalam pengawasan, kordinasi supaya memastikan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi serta jadwal ketidakhadiran yang berulang tentu ini menimbulkan tanda tanya besar terkait komitmen dan tanggung jawab pengelola proyek pendidikan.
sangat di sayangkan sumber dana dari APBN sejatinya ditujukan dan seharusnya meningkatkan kualitas sarana pendidikan,bukan menjadi proyek yang bermasalah diujung pelaksanaan,jika proyek ini molor atau tidak sesuai spesifikasi,maka kerugian tidak hanya bersifat anggaran tetapi juga berdampak langsung pada hak siswa untuk mendapatkan fasilitas belajar yang lebih layak.
proyek Revitalisasi SMPN 2 matan hilir selatan kabupaten Ketapang Kalimantan Barat,jl.Rahadi Usman, desa sungai Pelang kec.matan hilir selatan kini menjadi pertanyaan setelah awak media patroli 86 menelusuri bangunan tersebut memang belum sepenuhnya Rampung kini seperti apa Dinas pendidikan kabupaten Ketapang, inspektorat,serta pihak-pihak yang terkait untuk segera melakukan evakuasi dan pengawasan menyeluruh, untuk proyek pendidikan tidak boleh dikelola dengan sikap abai terlebih dengan nilai anggaran miliaran rupiah setiap pembangunan revitalisasi pendidikan.
“sesuai harapan membuka transparansi dan akuntabilitas adalah harga mati jika proyek ini terbukti tidak rampung keterlambatan sesuai target yang sudah ditentukan dan disepakati kontrak atau ditemukan kelalaian dalam pengawasan, maka tindakan tegas harus diambil,demi menjaga integritas pengelolaan anggaran pendidikan dan kepercayaan masyarakat serta publik.( Joni )







