
Tuntang kabupaten semarang – Patroli86.com – Pada hari Rabu (31/12/2025) sekitar jam siang hari, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Semarang, Bondan Marutohening, melakukan kunjungan tidak terjadwal ke kantor pengembang proyek pengerukan bukit yang berlokasi di Desa Tuntang, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Kunjungan ini yang kemudian berujung pada kemarahan yang terlihat jelas dalam konten yang dibagikan oleh akun Serasi Satu dan segera viral di berbagai platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan WhatsApp.
LATAR BELAKANG PERISTIWA
Proyek pengerukan bukit di Desa Tuntang telah direncanakan sejak awal tahun 2025, dengan tujuan utama untuk pembangunan infrastruktur pendukung kawasan pemukiman dan fasilitas umum. Namun, sejak awal pelaksanaan, proyek ini telah menerima banyak keluhan dari masyarakat sekitar terkait gangguan lingkungan, seperti peningkatan sedimen di sungai terdekat, gangguan suara, dan kekhawatiran akan risiko longsor di musim hujan. Selain itu, terdapat pertanyaan mengenai kelengkapan izin lingkungan dan kesesuaian rencana proyek dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten (RTRW) Semarang.
KRONOLOGI KEMARAHAN KETUA DPRD
Saat tiba di kantor pengembang, Ketua DPRD Bondan Marutohening langsung mengajukan sejumlah pertanyaan terkait pelaksanaan proyek, antara lain mengenai pemantauan dampak lingkungan, alokasi anggaran, serta tanggung jawab pihak pengembang jika terjadi masalah di kemudian hari. Namun, menurut keterangan yang disampaikan dalam konten viral, pihak manajemen proyek tidak dapat memberikan jawaban yang jelas dan konkrit. Bahkan, terjadi dinamika di mana beberapa petugas yang ditemui saling mengacu pada pihak lain sebagai yang bertanggung jawab, sehingga tidak ada pihak yang bersedia mengambil tanggung jawab penuh.
Kemarahan Ketua DPRD pun muncul saat menyadari bahwa pihak pengembang tampaknya tidak memiliki data dan dokumentasi yang lengkap terkait proyek yang telah menghabiskan anggaran tidak sedikit. Ia menegaskan bahwa proyek publik harus berjalan dengan transparansi dan akuntabilitas tinggi, terutama karena menggunakan anggaran yang berasal dari rakyat.
RESPON PUBLIK DAN MEDIA
Konten yang menunjukkan momen kemarahan Ketua DPRD segera menjadi viral dalam waktu singkat, dengan ribuan kali berbagi dan komentar dari netizen. Banyak pihak mengapresiasi tindakan Ketua DPRD yang turun langsung memeriksa lapangan, namun sebagian lain juga menginginkan agar penyelidikan dilakukan secara objektif dan menyeluruh untuk menemukan akar permasalahan.
Beberapa media massa lokal dan nasional juga telah mulai meliput peristiwa ini, dengan menghubungi berbagai pihak terkait untuk mendapatkan klarifikasi. Selain itu, beberapa komunitas lingkungan juga mengajukan permintaan agar proyek dihentikan sementara hingga dilakukan evaluasi menyeluruh terkait dampak yang mungkin ditimbulkan.
INFORMASI SELENGKAPNYA
Konten lengkap mengenai peristiwa ini, termasuk rekaman video kunjungan dan wawancara singkat dengan Ketua DPRD Bondan Marutohening, dapat diakses melalui kanal YouTube resmi Serasi Satu. Saat ini, pihak DPRD Kabupaten Semarang juga telah mengumumkan bahwa akan membentuk tim khusus untuk menyelidiki seluruh aspek proyek pengerukan bukit ini dan akan menyampaikan hasil investigasi secara terbuka kepada masyarakat.
Apakah Anda ingin mengetahui perkembangan terbaru tentang hasil penyelidikan tim khusus DPRD atau tanggapan resmi dari dinas terkait di Kabupaten Semarang?
(Team/Red)








