
Lombok timur,, patroli86.com ,, Sebanyak 75 orang calon pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dideportasi oleh pemerintah Malaysia, karena diduga berangkat secara ilegal ke negara itu.
Kepala Disnaker Lombok Timur Suroto di Lombok Timur, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap memfasilitasi kepulangan mereka meski berangkat melalui jalur non-prosedural. Ia mengatakan Disnakertrans Lombok Timur terus berkoordinasi dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), pemerintah desa, hingga pihak keluarga untuk memastikan proses pemulangan berjalan lancar.
Siapapun yang melapor, kami fasilitasi dan berkoordinasi dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia,”tegasnya.”Bahkan yang meninggal dunia pun kami usahakan gimana caranya supaya cepat dapat perhatian dari pusat maupun kabupaten,” katanya.
Namun, ia tidak menampik adanya perbedaan mencolok dalam hal perlindungan dan jaminan sosial bagi mereka yang berangkat secara resmi. Kalau yang resmi, santunannya luar biasa, bisa sampai ratusan juta rupiah karena ada jaminan sosialnya. Kalau yang melalui jalur sebelah, yang penting kita pertemukan kembali dengan keluarga dalam keadaan selamat. Suroto menyoroti tiga kategori alasan mengapa masyarakat masih memilih jalur ilegal yakni kurang informasi. Banyak yang belum tahu bahwa sekarang sudah ada aturan, mulai dari Undang-Undang hingga peraturan desa, padahal sekarang berangkat ke Malaysia itu sudah ada skema nol rupiah,”ujarnya.
Disnaker mengapresiasi desa-desa yang telah menjadi pelopor jalur resmi (Desa Peduli PMI). Harapannya, pemerintah desa dapat menjadi garda terdepan dalam menginformasikan kepada warga agar tidak lagi tergoda oleh tawaran berangkat cepat namun berisiko tinggi. Kalau tidak terdaftar di sistem, kami sulit untuk mengusahakan santunan.
Kami ingin masyarakat pulang dengan selamat dan membawa hasil. Mari gunakan jalur pemerintah melalui yang resmi dan terdaftar di Lombok Timur agar kami bisa memantau dan melindungi,”ungkapnya.








