
Halmahera Selatan//Patroli86.com// — Kondisi jalan menuju Desa Yaba, Kecamatan Bacan Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, kini semakin memprihatinkan. Sebagian badan jalan yang berada tepat di tepi aliran sungai mengalami abrasi parah akibat meningkatnya debit air saat musim hujan.
Sebagian ruas jalan telah amblas ke sungai, sehingga badan jalan semakin menyempit. Kendaraan yang melintas terpaksa berjalan sangat pelan dan hati-hati karena permukaan jalan licin, berlumpur, dan rawan longsor. Beberapa titik bahkan sulit dilalui kendaraan roda empat.
Selain itu, di sejumlah titik sepanjang jalur tersebut masih belum memiliki jembatan permanen. Akibatnya, kendaraan harus langsung menyebrangi aliran sungai ketika debit air mulai surut. Kondisi ini sangat berisiko, karena saat hujan deras arus sungai menjadi deras dan mengancam keselamatan pengendara.
Situasi seperti ini sudah sering terjadi setiap musim hujan. Arus sungai yang kuat terus menggerus tepian jalan hingga lapisan tanah dan pondasi ikut terlepas.
Salah satu warga setempat mengatakan, masyarakat tetap harus melintasi jalur tersebut karena merupakan satu-satunya akses utama menuju Desa Yaba dan beberapa desa di Bacan Barat Utara.
,“Kalau musim hujan, jalan mulai terkikis dan sebagian sudah turun ke sungai. Ditambah lagi ada titik yang tidak ada jembatan, jadi mau tidak mau mobil harus lewat sungai. Ini sangat berbahaya,” ujarnya.
Kerusakan jalan ini berdampak besar pada aktivitas warga, mulai dari distribusi kebutuhan pokok, pelayanan kesehatan, hingga mobilitas pelajar dan pekerja. Warga khawatir jika tidak segera ditangani, akses jalan menuju Yaba bisa benar-benar terputus.
Masyarakat yang melintas setiap hari berharap, penanganan kerusakan jalan tersebut tidak hanya menjadi perhatian pemerintah kabupaten saja. Mereka juga meminta Pemerintah Provinsi Maluku Utara turut melihat langsung kondisi akses jalan menuju Yaba, mengingat jalur tersebut menjadi urat nadi transportasi warga di Bacan Barat Utara.
Menurut warga, sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi sangat dibutuhkan agar proses perbaikan dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.
,“Harapan kami, pemerintah daerah dan provinsi sama-sama serius memperhatikan kondisi jalan ini. Jangan menunggu sampai akses ini putus total dan menelan korban,” tegas warga.
Masyarakat pun mendesak agar segera dilakukan penanganan darurat, sekaligus pembangunan jembatan dan penahan tebing permanen agar kerusakan tidak semakin meluas.
Hingga kini, warga masih bertahan dengan kondisi jalan yang rusak dan berisiko tersebut sambil berharap adanya langkah nyata dari pemerintah.
(Tim Red)







