
Bungo, Jambi : patroli 86 com,Kelangkaan Gas Elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram terjadi di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Kondisi ini dikeluhkan masyarakat karena sulitnya mendapatkan gas untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Pantauan di lapangan menunjukkan, salah satu pengecer di Jalan Rangkayo Hitam, Kelurahan Candika, Kecamatan Rimbo Tengah, menjual Gas Elpiji 3 Kg dengan harga mencapai Rp50.000 per tabung.
Harga tersebut jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Akibat kelangkaan ini, warga terpaksa membeli gas dengan harga tinggi demi memenuhi kebutuhan memasak. Sebagian masyarakat bahkan harus berkeliling dari satu tempat ke tempat lain untuk mendapatkan tabung gas melon tersebut.
Menanggapi kondisi tersebut, Phendos, selaku Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia (LPKNI), meminta dinas terkait dan aparat penegak hukum untuk segera bertindak tegas.
“Kami meminta dinas terkait untuk segera menertibkan para pedagang atau pengecer yang dengan sengaja memanfaatkan kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg demi keuntungan pribadi. Gas ini merupakan barang subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu,” tegas Phendos.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan distribusi agar penyaluran Gas Elpiji 3 Kg tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh oknum tertentu.
LPKNI berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) serta memberikan sanksi tegas kepada pelaku pelanggaran, agar kelangkaan dan lonjakan harga tidak terus merugikan masyarakat
Red/PENDOS






