
Donggala – Sulteng,, patroli86.com,,
Desa Tanah Mea melajukan Kegiatan Kerja bakti Gotong Royong Bersama Masyarakat, terkait Aliran sungai yang berpindah, dan berharap aliran mengalir kembali ke daerah bendungan seperti semula,
demikian dikatakan Kades Tanah Mea Hery Daud Widu Kepada Awak Media Ini, usai kerja Bakti di Sungai Desa Tanah Mea, Sabtu, 7 Febuari 2026.
Kades Tanah Mea Hery Daud Widu Mengatakan,
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran warga, mencegah pendangkalan, menjaga kelestarian ekosistem, Menjaga irigasi sawah bisa lancar, serta mempererat solidaritas sosial demi keselamatan dan kenyamanan bersama.
Akibat banjir bulan Januari 2026, aliran sungai Tanah Mea tidak lagi mengalir di bendungan irigasi, sementara masyarakat saya membutuhkan air untuk lahan persawahan, dan sebagian masyarakat berdampak gagal panen
Jadi saya sebagai Pemerintahan Desa Tanah Mea, memperpertimbagkan dampak kerugian masyarakat khususnya petani sawah.
Kemudian dari itu kami sebagai Pemerintahan desa bertindak merangkul masyarakat untuk kerja bakti untuk supaya air dapat mengalir di persawahan.
Apa lagi desa Tanah Mea memiliki luas lahan persawahan kurang lebih 200 Hektar.
Kades Tanah Mea Hery Daud Widu Berharap kepada Pemerintah Pusat, Daerah Provinsi Sulteng, maupun Kabupaten Donggala, dapat memperhatikan sungai desa Tanah Mea di buatkan tanggul, kemudian di Normalisasi sehingga aliran sungai bisa mengalir ke persawahan dengan lancar, baik, dan sesuai harapan petani sawah,
mengingat program Nasional Bapak Presiden RI H. Prabowo Subianto, tentang Swasembada pangan, untuk itu kami pemerintah desa mendukung program tersebut.
Kades Tanah Mea Hery Daud Widu menambahkan, Kami bersama masyarakat untuk menyewa alat eksavator guna untuk melancarkan daerah aliran sungai Desa Tanah Mea, sedangkan biaya sewa selama pekerjaan sampai selesai dana nya kurang lebih RP 35 juta, itupun lewat penggalangan dana dari masyarakat desa Tanah Mea, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah.
Olehnya itu ada juga bantuan dan kontribusi dari Bapak Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah dari Fraksi Partai PKS, Taqwin, S.Sos,i. ( Bantuan Pribadinya kurang lebih 8 jutaan).
Kades Tanah Mea Hery Daud Widu, menegaskan, Bila daerah aliran sungai tidak di tangani dengan baik oleh Pemerintah, maka akan berdampak di 3 ( tiga ) yakni: Desa Lumbutarombo, Desa Lembasada, dan Desa Tanah Mea, akan berdampak luapan air sungai di wilayah Pemungkiman. masyarakat. ( AMD)







