
Donggala – Sulteng,, patroli86.com,,
Ketahanan melalui budidaya ayam Bertelur di desa menimal 20% untuk meningkatkan gizi warga, dan menekan kan angka Stunting, dan mendorong, kemandirian, ekonomi melalui BUNDes, Program ini menyediakan sumber protein terjangkau, menghasilkan telur harian, serta menciptakan lapangan kerja bagi warga lokal.
Jadi poin penting Ketahanan pangan ayam bertelur didesa adalah : Optimalisasi Dana Desa dan modal awal menggunakan Dan Desa untuk membangun kandang dan. Membeli obat.
Dan kemandirian pangan, kemudian produksi telur harian dapat membantu mencukupi kebutuhan protein secara lokal dan mengurangi ketergantungan pasokan luar.
Bantuan ini dari Ketahanan pangan memang program dari Kementerian Desa, bahwa memang harus di wajibkan untuk BUNDes yang mengelola itu dari Dana DD 20% .
Sehingga dengan Dana Desa, anggaran yang kami turun ini Rp 171 juta.
Pertama kami salurkan ke ketua BUNDes ini 90 juta, dan kami salurkan lagi Rp 8106000, ( delapan puluh satu juta enam ratus ribu ).
Kemudian Ayam petelur ini berjumlah 288 ekor, dan kurang lebih sudah 3 Minggu ayam petelur ini tapi belum berproduksi karena mungkin masih baru, demikian dikatakan Kades Tolongalo, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, Udin Kepada Awak Media ini, Minggu, 8 Febuari 2026.
Kepala Desa Tolongano Udin berharap bagaimana kedepan desa Tolongano Jauh lebih baik perekonomian kedepan harap Kades Tolongano Udin
Di samping itu juga Produksi ayam bertelur untuk meningkatkan perekonomian desa Tolongano ini, umpamanya ada acara pesta atau syukuran, atau desa – desa lain yang ingin membeli telur yang mungkin harganya di bawah standar, contoh 1 rak telur di tempat lain 60 ribu, kalau di sini bisa 55 ribu, dan tujuan adalah untuk memperdayakan masyarakat desa Tolongano, dan sudah bisa berkomunikasi dengan pemilik ayam petelur dari BUNDes Tolongano, ujar Udin.
Kemudian dari itu kedepan kita akan lihat perkembangan nya, karena ini di uji coba dulu dan kalau sudah tua ayam betelurnya di jual kembali ayamnya, dan kemudian di ganti lagi ayam bertelur yang baru yang muda – muda, kata Kades Tolongano Udin.
Pengelolaan di kelola oleh BUNDes ( Badan Usaha Milik Desa ) keuntungan penjualan telur masuk ke kas desa untuk pembangunan dan keberlanjutan program.
Juga memperdayakan warga petenakan ayam petelur juga menciptakan lapangan kerja dan memproduksi pakan mandiri meningkatkan ekonomi desa, ujar Kades Tolongano Udin.
( ADM )







