
Donggala – Sulteng,, patroli86.com,,
Pasca Banjir 11 Januari 2026 lalu, Khususnya Desa Malei, Kecamatan Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, setelah sungai Malei di normalisasi pada saat itu, Sungai ( Kuala) induk ini setelah selesai di Normalisasi, seminggu kemudian datang lagi banjir, dan terjadi lagi pengikisan kembali sehingga lokasi kantor Desa Malei ” terancam tergerus akibat banjir ” lalu.
Kemudian hanya satu langkah yang di ambil harus ada pemasangan Bronjong, kalau hanya normalisasi saja kami rasa kurang sreg, dan kalau di pasang dengan Bronjong akan aman Kantor Desa, demikian dikatakan Kades Malei Moh. Najib, kepada Awak Media Ini di Rumah Pribadinya jalan Poros desa Malei, Sabtu, 21 Febuari 2026.
Kades Malei Moh. Najib, mengatakan, Mengengenai pengikisan lokasi Kantor Desa Malei perlu langkah baik adalah pemasangan Bronjong kiri kanan sepanjang 150 meter ( 75 meter kanan, 75 meter kiri), ujar Kades Malei Moh. Najib.
Kades berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Donggala hal Ini Ibu Bupati Donggala Vera Elena Laruni, SE, untuk memperhatikan Kantor Desa Malei di pinggir sungai Di desa Malei sangat meresahkan dan dikuatirkan bila banjir datang tiba.
Olehnya itu kami berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Donggala ada pemasangan Bronjong demi keamanan kantor desa yang ada di tepi sungai Desa Malei.
Sebelumnya kami sudah membuat proposal namun sampai sekarang belum ada realisasinya, ungkap Kades Malei Moh. Najib.
Hal yang Lain kata Kades Semoga jalan yang ada di desa Malei yakni jalan ibu kota banyak yang rusak berat di beberapa titik yang ada di desa Malei, kata Kades Malei Moh. Najib.
Kami berharap lagi di Tahun 2026 ini segera di laksanakan untuk di mintakan pemasangan Bronjong.
Termasuk juga jalan di ibu kota Kecamatan di beberapa titik banyak yang berlobang – lobang, apa lagi musim hujan becek di mana – mana sehingga tidak nyaman bagi pengendara motor dan mobil,
Apa lagi sudah melakukan penimbunan setiap saat, yah namanya hanya di tombun saja datang hujan hanyut lagi, itu upaya yang di lakukan Pemerintah desa maupun Pemerintah Kecamatan, dan harapan kita kedepannya ketika nanti nanti ada program yang masuk Balaesang Tanjung untuk Pengaspalan untuk ikutkan saja, dan panjang nya sekitar kurang lebih 200 meter, itupun bersekat – sekat bukan satu tempat, ungkap Kades Malei Moh. Najib.( ADM)








