
Kalianda, Lampung Selatan — patroli 86.com ,, Ketua Pendekar Banten Kota Metro bersama jajaran pengurus dan Srikandi menghadiri peringatan Milad ke-1 Tari Tari Kolot Karuhun Banten Indonesia (TTKKBI) DPW 2 Lampung Selatan yang berlangsung meriah di Kalianda, Lampung Selatan.
Kehadiran rombongan Pendekar Banten Kota Metro disambut hangat oleh Ketua TTKKBI Lampung Selatan Hasan Ibrahim, Ketua TTKKBI Provinsi Lampung H. TB Hengki Malonda, SH, serta Ketua Umum DPP TTKKBI Tb Aref.
Peringatan Milad ke-1 TTKKBI DPW 2 Lampung Selatan mengusung tema “Lestarikan Seni Budaya untuk Masa Depan Generasi Muda”. Kegiatan tersebut menampilkan Tari Kolot Karuhun Banten sebagai warisan budaya leluhur Tanah Banten yang sarat nilai seni, spiritual, dan persaudaraan.
Suasana kekeluargaan dan semangat persatuan antarpecinta budaya Banten begitu terasa sepanjang rangkaian acara. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat komitmen menjaga eksistensi budaya tradisional di tengah perkembangan zaman.
Usai menghadiri puncak Milad, rombongan melanjutkan kegiatan ziarah spiritual ke dua makam bersejarah di Lampung Selatan, yakni makam Ratu Darah Putih, tokoh penyebar Islam di Tanah Lampung, serta makam Radin Intan II, Pahlawan Nasional asal Lampung yang dikenal gigih melawan penjajahan.
Ziarah tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap leluhur dan para pejuang bangsa, sekaligus mempererat hubungan persaudaraan antara Pendekar Banten Kota Metro dengan keluarga besar TTKKBI se-Lampung.
Ketua Pendekar Banten Kota Metro menyampaikan bahwa Milad TTKKBI bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wadah memperkuat nilai budaya dan spiritualitas pendekar.
“Milad TTKKBI ini bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk tetap kuat, sabar, dan tawakal dalam menjaga marwah budaya Banten di Tanah Lampung. Ziarah ke makam leluhur mengingatkan kita bahwa pendekar sejati harus berjiwa satria dan berakhlak mulia,” ujarnya. Rabu pagi 29/04/2026.
Pihak TTKKBI DPW 2 Lampung Selatan juga mengapresiasi kehadiran Ketua Pendekar Banten Kota Metro beserta rombongan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian seni budaya Tari Kolot Karuhun Banten di Bumi Khagom Mufakat.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan pencak silat dan seni debus yang memukau para tamu undangan dan masyarakat yang hadir. Atraksi budaya tersebut menjadi penutup acara sekaligus simbol kuatnya tradisi seni bela diri dan budaya Banten yang terus hidup dan berkembang di Provinsi Lampung.







