
Banjarmasin – Kalimantan Selatan, patroli86.com, 2/5/2026, ~~ Ketua Ormas Laskar Merah Putih Kalimantan Selatan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak sekadar memperingati, tetapi juga merenungi makna setiap tanggal 1 Mei.
Hari ini adalah momentum untuk mengenang perjuangan pahlawan buruh Indonesia, Marsinah—simbol keberanian melawan ketidakadilan yang tidak boleh dilupakan.
Selamat Hari Buruh Internasional. May Day bukan hanya hari libur nasional yang lewat begitu saja, melainkan hari perlawanan, hari pengingat bahwa kesejahteraan pekerja tidak pernah diberikan secara cuma-cuma—melainkan diperjuangkan dengan pengorbanan.
Sejarah mencatat, perjuangan buruh bermula dari jeritan panjang para pekerja di Chicago, Amerika Serikat, pada akhir abad ke-19. Mereka dipaksa bekerja 12 hingga 15 jam sehari dalam kondisi yang tidak manusiawi.
Tuntutan sederhana: kerja layak dengan 8 jam kerja, justru dibalas dengan kekerasan. Puncaknya adalah tragedi Haymarket tahun 1886—sebuah bukti bahwa hak buruh sering lahir dari darah dan air mata.
Peristiwa itu mengguncang dunia. Pada tahun 1889, Kongres Sosialis Internasional di Paris menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional—sebuah pengakuan global atas perjuangan kaum pekerja.
Eka Adi Putra menegaskan bahwa semangat May Day harus terus hidup dan tidak boleh dikhianati. Hari Buruh adalah pengingat keras bahwa :
- Buruh bukan alat produksi, melainkan manusia yang berhak dihormati.
- Upah layak bukan tuntutan berlebihan, tetapi hak dasar dan Keselamatan kerja..
- Keselamatan kerja, jaminan sosial, dan kondisi kerja manusiawi adalah kewajiban, bukan pilihan.
Di Indonesia, peringatan Hari Buruh telah dimulai sejak 1920 di Surabaya. Kini, 1 Mei telah diakui sebagai hari libur nasional. Namun, pengakuan formal saja tidak cukup. Realitas di lapangan masih menunjukkan banyak pekerja yang belum mendapatkan keadilan.
May Day harus menjadi suara lantang melawan ketimpangan. Bukan sekadar seremoni, tetapi panggilan untuk bertindak. Unjuk rasa, diskusi, hingga gerakan sosial harus diarahkan pada satu tujuan: keadilan bagi pekerja.
Hari Buruh adalah simbol solidaritas dan perlawanan. Kemajuan bangsa tidak akan pernah tercapai jika kesejahteraan buruh diabaikan. Sudah saatnya semua pihak—pemerintah, pengusaha, dan masyarakat—berhenti menutup mata.
Semangat May Day adalah semangat keberanian. Dan keberanian itu harus terus menyala, hari ini dan seterusnya.
( IRWAN )







