
Ketapanh Kalbar ,, patroli 86.com ,,
Hardiknas 2026: Dr. Ryzal Perdana Tekankan Sinergi Akademisi dan Praktisi dalam Mewujudkan Partisipasi Semesta
ORARI DXpedition Team Gelar CAMPOTA & BOTA Di Pantai Cukuhbatu Kotaaagung
Tokoh Adat Lampung Tiyuh Margakaya Sepakati Persiapan “Angkon Puakhi”, Libatkan Bupati dan Gubernur Lampung
Bupati Pringsewu Buka Pelatihan Juru Sembelih Halal Berbasis Kompetensi
Presiden Mahasiswa UIN Kuansing Desak Kapolres Bongkar Dugaan “Tangkap Lepas” dan Pungli Kasus Narkoba
Ketua DPC AKPERSI Labuhanbatu Raya Angkat Bicara Terkait Peringatan Hari Pers sedunia 3 Mei 2026
Jaga Kamtibmas, Polsek Marau Gencarkan Patroli Dialogis di Desa air upas dan Desa Gahang Kecamatan Air Upas
Kabag SDM Polres Ketapang Wakili Kapolres Hadiri Upacara Hardiknas 2026, Tegaskan Dukungan Polri untuk Dunia Pendidikan
Kapal Angkut BBM Meledak di Ketapang, 1 ABK Hilang dan 4 Terluka
Redaksi
Mei 03, 2026
Ketapang,publik Sebuah kapal kayu bermuatan Bahan Bakar Minyak (BBM) terbakar hebat di Desa Sukabangun Dalam, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Minggu (2/5/2026) malam.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 22.30 WIB saat kapal tengah bersandar di sungai di belakang permukiman warga. Kapal tersebut diketahui akan mengangkut barang menuju perusahaan di Pulau Penebang, Kabupaten Kayong Utara.
Salah seorang warga, Yudi, mengatakan kebakaran diawali dengan suara ledakan dari arah kapal.
“Kejadiannya sekitar pukul 22.30 WIB. Sempat ada suara ledakan dari arah kapal yang terbakar,” ujarnya di lokasi kejadian.
Usai ledakan, warga berhamburan keluar rumah dan melihat asap tebal membumbung tinggi dari kapal. Api dengan cepat membesar dan melahap hampir seluruh bagian kapal.
Diduga, kobaran api cepat meluas karena kapal membawa BBM dalam jumlah besar. Bahkan, api sempat menjalar di permukaan air di sekitar lokasi kejadian.
“Api cepat membesar karena kapal membawa minyak. Bahkan sempat menjalar di permukaan air,” tambah Yudi.
Warga lainnya, Apek, menyebut kapal tersebut sebelumnya merupakan kapal nelayan yang kini difungsikan sebagai kapal angkut barang.
“Setahu saya awalnya kapal itu untuk mencari ikan, tapi sekarang dipakai untuk bawa barang,” katanya.
Apek juga mengaku mengalami luka pada telunjuk tangan kiri saat membantu memotong tali kapal untuk mencegah api semakin meluas.
“Kami panik karena apinya menyebar. Tangan saya luka saat ikut memotong tali kapal dan membantu memadamkan api,” ungkapnya.
Sementara itu, warga lain, Agung, mengatakan ledakan yang terjadi sempat membuat rumahnya bergetar.
“Saya di dalam rumah, tiba-tiba ada suara ledakan dan rumah bergetar. Begitu keluar, suasana sudah terang karena api,” katanya.
Menurut Agung, kapal tersebut membawa berbagai jenis BBM seperti Pertalite, solar, dan Pertamax. Selain itu, terdapat pula tabung oksigen berukuran besar serta bahan kebutuhan pokok.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, terdapat enam anak buah kapal (ABK) dalam kejadian tersebut. Satu orang dilaporkan selamat, empat lainnya mengalami luka bakar dan telah dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Sementara satu ABK lainnya hingga sekitar pukul 01.30 WIB masih belum ditemukan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti kebakaran maupun jumlah korban secara rinci, kepada awak media Minggu (3/5/2026)







