
DENPASAR — patroli 86.com ,, Sabha Kretha Hindu Dharma Nusantara (SKHDN) Pusat menggelar Paruman Alit di Ruang Rapat Praja Sabha Kantor Gubernur Bali, pada Buda Paing Wariga, Rabu (20/5/2026). Kegiatan ini menjadi wadah penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk menjaga adat, budaya, serta kesucian Bali sebagai bagian dari kearifan lokal yang diwariskan leluhur.
Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat (PMA) Provinsi Bali, I G.A.K. Kartika Jaya Seputra, S.H., M.H., yang menegaskan pentingnya pelestarian adat dan budaya Bali di tengah perkembangan zaman. Ia menekankan bahwa Paruman Alit ini diharapkan mampu menjaga kesukertan jagat Bali, sehingga Bali tetap harmonis, makmur, dan sejahtera di masa mendatang. Ia juga berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat bagi umat dan masyarakat Bali.
Dalam pembahasan, para peserta juga menyoroti fenomena pergeseran matahari dan bulan yang berpengaruh terhadap dewasa atau penentuan waktu baik dalam tradisi Hindu. Hal ini dinilai perlu dikaji bersama karena dapat berdampak pada alam serta kehidupan masyarakat. Seiring perkembangan teknologi, BMKG diharapkan dapat memberikan informasi dan kajian ilmiah yang mendukung pemahaman terhadap perubahan tersebut.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Bali, Dr. I Gusti Made Sunartha, S.Ag., M.M., turut menyoroti persoalan sosial yang menjadi perhatian bersama, termasuk tingginya angka kasus bunuh diri di Bali. Ia mengajak seluruh tokoh agama, sulinggih, dan masyarakat untuk bersinergi mencari solusi demi memperkuat ketahanan spiritual dan sosial umat di Bali.
Paruman Alit ini dipimpin oleh Ida Shri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa P selaku Ketua Umum SKHDN, didampingi Sekretaris SKHDN, Ida Pedanda Reshi Agung Pinatih KY, dan dihadiri oleh para peserta dari unsur tokoh agama Hindu, sulinggih, penglingsir, serta perwakilan SKHDN dari berbagai daerah di Bali. Narasumber utama dalam Paruman Alit ini adalah Ida Bagus Aji Ngurah Semaya, serta sejumlah tokoh dan penglingsir Hindu, di antaranya Komang Wiyasa dari Jembrana, Mangku Alit Dwipayana, serta Jro Mangku Yasa.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris SKHDN, Ida Pedanda Reshi Agung Pinatih KY, menyampaikan bahwa SKHDN Pusat telah memiliki sekretariat yang berlokasi di Jalan Merdeka Lantai 3, Denpasar. Selain itu, peserta Paruman Alit turut berharap agar pembangunan pura di Ibu Kota Nusantara (IKN) dapat segera terealisasi sebagai bagian dari perhatian terhadap umat Hindu di Indonesia.
Ia menegaskan bahwa seluruh program SKHDN diharapkan dapat berjalan lebih baik ke depannya dengan dukungan semua pihak. Ia juga merupakan tokoh rohaniawan Hindu yang aktif dalam penguatan nilai-nilai dharma serta pengabdian kepada umat.
“Semoga seluruh program SKHDN bisa berjalan lebih baik ke depan. Mohon doa restu dan dukungan dari para pendeta serta seluruh umat agar apa yang menjadi tujuan bersama dapat terwujud dengan baik,” ujarnya.





