
Banjarmasin,, patroli 86.com ,, 4 Juni 2026 – Semangat antikorupsi tidak hanya menjadi tugas aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dan organisasi kemasyarakatan.
Di Kalimantan Selatan, sosok Eka Adi Putra dikenal aktif menyuarakan pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan terhadap penggunaan anggaran publik demi kepentingan rakyat,selain aktif di organisasi kemasyarakatan dan kegiatan sosial, Eka Adi Putra juga dikenal konsisten mendorong penguatan budaya antikorupsi.
Melalui berbagai forum diskusi, edukasi publik, serta penyampaian aspirasi masyarakat kepada pihak yang berwenang,menurut sejumlah tokoh masyarakat, sikap kritis terhadap dugaan penyimpangan anggaran merupakan bentuk kepedulian terhadap pembangunan daerah.
Pengawasan yang dilakukan masyarakat dinilai penting agar setiap kebijakan dan program pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat.
Muhammad Chairullah menyampaikan bahwa generasi muda perlu belajar keberanian menyampaikan kritik secara bertanggung jawab dan sesuai aturan hukum.
“Pemuda harus berani menyuarakan kebenaran, tetapi tetap mengedepankan etika, data, dan jalur yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Pengawasan terhadap kebijakan publik adalah bagian dari tanggung jawab warga negara,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa membangun organisasi yang besar memerlukan integritas, kedisiplinan, dan kemampuan menjaga kepercayaan anggota.
Karena itu, para pemimpin organisasi harus mampu menjadi contoh dalam menjunjung nilai kejujuran dan kepentingan umum.
Dalam berbagai kesempatan, Eka Adi Putra juga disebut konsisten mengingatkan bahwa dialog, koordinasi, dan penyampaian aspirasi secara konstitusional harus menjadi langkah utama dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif untuk menjaga stabilitas daerah sekaligus memastikan aspirasi rakyat dapat tersampaikan dengan baik.
Para tokoh masyarakat berharap semangat kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan publik dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Banjar.
Di tengah berbagai tantangan zaman, pemuda dituntut tidak hanya kritis terhadap persoalan sosial, tetapi juga aktif menawarkan solusi yang konstruktif bagi kemajuan daerah.
Melalui nilai kemandirian, soliditas, dan keberanian memperjuangkan kepentingan masyarakat, generasi muda diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menjunjung tinggi hukum, menjaga persatuan, serta mengawal pembangunan agar tetap berjalan di jalur yang benar.
“Kekuasaan yang baik lahir dari pengawasan yang kuat, dan pengawasan yang kuat lahir dari masyarakat yang peduli.”
Patroli86.com
Pewarta ..tim





