
Obi, Halmahera Selatan//Ptaroli86.com// – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 di Desa Kawasi tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Melalui kolaborasi antara Harita Nickel dan Pemerintah Desa (Pemdes) Kawasi, momentum ini dimanfaatkan sebagai langkah strategis membangun budaya peduli lingkungan yang dimulai dari generasi muda.
Mengusung tema “Torang Jaga Kawasi, Aksi Nyata untuk Obi”, kegiatan yang digelar pada jumat (5/6/2026) tersebut menghadirkan ratusan peserta, mulai dari pelajar, guru, perangkat desa hingga masyarakat umum. Mereka diajak memahami bahwa menjaga lingkungan bukan hanya slogan, melainkan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
kegiatan yang berlangsung semarak di gedung serba guna. Para pelajar tampak antusias mengikuti berbagai sesi edukasi lingkungan yang dikemas secara interaktif. Materi yang disampaikan tidak hanya membahas pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga mengenalkan konsep pengelolaan sampah, penghijauan, ekonomi sirkular, hingga pemanfaatan kembali barang bekas yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Perwakilan Pemerintah Desa Kawasi dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa pendidikan lingkungan harus ditanamkan sejak usia dini agar menjadi karakter yang melekat dalam kehidupan masyarakat.
“Lingkungan yang bersih dan sehat tidak tercipta dalam satu hari. Dibutuhkan kesadaran, kebiasaan, dan keterlibatan semua pihak. Karena itu, anak-anak harus menjadi pelopor perubahan yang mampu mengajak keluarga dan lingkungan sekitarnya untuk peduli terhadap alam,” ujarnya.
Sementara itu, Harita Nickel menilai bahwa pembangunan berkelanjutan tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Melalui kegiatan ini, peserta diperkenalkan pada berbagai praktik sederhana yang dapat dilakukan di rumah maupun sekolah, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah berdasarkan jenisnya, menanam pohon, serta merawat tanaman sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem.
Berbagai contoh tanaman hias dan penghijauan yang dipamerkan dalam kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran langsung bagi peserta. Kehadiran tanaman tidak hanya berfungsi memperindah lingkungan, tetapi juga membantu meningkatkan kualitas udara, mengurangi suhu panas, serta menciptakan ruang hidup yang lebih sehat dan nyaman.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup dapat menjadi sarana edukasi yang efektif untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat. Dengan melibatkan generasi muda sebagai aktor utama, Harita Nickel dan Pemdes Kawasi berharap lahir agen-agen perubahan yang mampu membawa semangat pelestarian lingkungan ke masa depan.
Di tengah tantangan perubahan iklim, pengelolaan sampah, dan kebutuhan pembangunan yang terus meningkat, kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang lestari. Sebab, menjaga bumi tidak selalu dimulai dari langkah besar, melainkan dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari.
Melalui semangat “Torang Jaga Kawasi, Aksi Nyata untuk Obi”, peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026 menjadi pengingat bahwa masa depan lingkungan Pulau Obi berada di tangan seluruh elemen masyarakat yang mau bergerak, peduli, dan bertindak mulai dari sekarang.
(Tim Red)








