
**Surabaya** — patroli 86.com ,, Aksi unjuk rasa bertajuk *“Warga Surabaya Turun ke Jalan #IndonesiaSekarat”* yang digelar di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, berubah menjadi semakin tegang dan memanas pada Jumat (26/6/2026) sore. Dimulai sejak pukul 16.20 WIB dengan long march dan orasi damai, situasi berbalik drastis menjelang pukul 18.30 WIB setelah sekelompok orang mulai bertindak di luar kendali.
Massa yang berkumpul menutup separuh ruas Jalan Gubernur Suryo dan membentangkan spanduk berisi kritik tajam, mengusung 11 tuntutan utama: mulai dari penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, penghentian program tertentu, perbaikan lapangan kerja, hingga perubahan kebijakan hukum dan pengelolaan daerah. Karena belum mendapatkan respons dari pihak pejabat, sebagian massa mulai bertindak anarkis — membakar sampah di tengah jalan yang mengepulkan asap, menggoyang dan memukul pagar gedung, melemparkan benda serta petasan ke arah aparat, hingga menggeber mesin motor sambil berputar mengelilingi kobaran api.
Menghadapi situasi yang kian runyam, aparat kepolisian tetap bersikap terkendali, mundur ke posisi aman di balik kendaraan taktis, dan terus mengimbau lewat pengeras suara agar massa tetap menjaga ketertiban. Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, menegaskan petugas siap melayani aspirasi, namun juga memperingatkan akan mengambil tindakan tegas dan terukur jika ketertiban terus terganggu. Hingga pukul 18.48 WIB, suasana sempat mereda sejenak dan lemparan berhenti. Jalan di sekitar lokasi tetap disarankan untuk dihindari demi keamanan bersama.






