
PADANG, PATROLI86.com – Nyawa pengguna jalan masyarakat Padang-Painan berada di ujung tanduk. Jembatan Darurat Bailey KM 18+400 dilaporkan dalam kondisi kritis dan nyaris ambruk hari ini, Selasa (4/8/2026).
Fondasi batu bronjong jembatan hancur tergerus luapan air sungai semalam. Kehancuran ini memicu kemarahan publik karena dinilai sengaja dibiarkan oleh pihak berwenang demi keuntungan korporasi.
ATURAN 25 TON DILINDAS TRUK 40 TON
Guna menjaga ketahanan jembatan darurat ini, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) SUMBAR telah menetapkan batas maksimal kendaraan 25 ton sejak 26 Juni lalu. Namun, aturan tersebut mandul di lapangan. Setiap hari, armada truk tronton batu bara milik PT Semesta Andalan Energi (SAE) bebas melintas dengan muatan overkapasitas mencapai 40 ton. Pelanggaran Over Dimension Over Loading (ODOL) ekstrem ini secara kasat mata meremukkan struktur jembatan setiap detiknya.
AROMA GRATIFIKASI DAN HANCURNYA WISATA MANDEH
Dugaan adanya aliran gratifikasi antara PT SAE dan oknum di Dinas PUPR Sumatera Barat semakin menguat. Sebagai pengelola jalan, Dinas PUPR SUMBAR dinilai sengaja tutup mata terhadap perusakan aset negara ini.
Dampak dari “pembiaran berbayar” ini tidak hanya merusak jembatan Jaruai, tetapi juga menghancurkan jalan wisata kelas III Bungus-Mandeh. Jalur yang dibangun pada 2016 sebagai “Raja Ampat-nya Sumbar” kini rusak parah dilindas truk batu bara, hingga membuat wisatawan takut melintas dan mematikan ekonomi warga lokal.
MEDIA PATROLI86 SERET OKNUM PUPR DAN PT SAE KE KPK
Gerah dengan pembiaran yang terstruktur ini, Tim Redaksi Media Patroli86 bersama masyarakat mengambil langkah hukum agresif. Setelah surat klarifikasi tidak direspons, Media Patroli86 resmi melaporkan dugaan gratifikasi oknum Dinas PUPR SUMBAR ke dua lembaga hukum sekaligus: Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Barat dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI).
Masyarakat kini mendesak kepolisian dan dinas perhubungan untuk segera melakukan pemblokiran total terhadap truk PT SAE di lapangan hari ini juga sebelum jembatan benar-benar runtuh dan memakan korban jiwa.
Media Patroli86 berkomitmen mengawal laporan di KPK dan Kejati ini hingga tuntas.
ANTONIUS/DEDE ASLAM








