
Denpasar – Polresta Denpasar terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H., hadir didampingi Plt. Wakapolresta Denpasar AKBP I Ketut Widhiarta, S.H., S.I.K., M.Si. dalam “Ngopi Kamtibmas” yang digelar pada Selasa (4/8/2026) di Kantor Polsubsektor Diponegoro, Denpasar.
Ngopi kamtibmas kali ini bersama Komunitas Bikers Online Sejati (BOS) di bawah coordinator Bpk. Arif beserta anggota, perwakilan komunitas ojek online Grab dan Gojek Kota Denpasar, serta perwakilan Pecalang Desa Adat se-Kecamatan Denpasar Utara.
Dalam sambutannya, Kapolresta Denpasar menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh peserta yang selama ini telah menjadi mitra strategis kepolisian dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Menurutnya, pengemudi ojek online dan Pecalang memiliki peran penting sebagai garda terdepan yang setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat sehingga mampu menjadi mata dan telinga kepolisian dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan.
Kapolresta juga mengajak seluruh peserta untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas serta tidak ragu berkoordinasi dengan kepolisian apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan. Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta turut menyosialisasikan layanan Call Center Polri 110 yang dapat diakses masyarakat secara gratis untuk melaporkan tindak pidana, kecelakaan lalu lintas, maupun gangguan keamanan lainnya agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas sesuai wilayah hukum.
Suasana dialog berlangsung interaktif. Koordinator Komunitas Bikers Online Sejati (BOS), Arif, menyampaikan apresiasi kepada Polresta Denpasar yang telah membuka ruang komunikasi secara langsung dengan komunitas pengemudi ojek online. Ia juga menyampaikan aspirasi terkait masih ditemukannya oknum pengemudi ojek online maupun ojek konvensional di kawasan wisata yang tidak menggunakan helm, baik pengemudi maupun penumpang.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya melanggar aturan lalu lintas, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan dan dapat memberikan citra kurang baik bagi pariwisata Bali. Oleh karena itu, komunitas pengemudi berharap kepolisian meningkatkan patroli dan melakukan penindakan terhadap pelanggaran tersebut sebagai efek jera.
Selain itu, para peserta juga menyampaikan apresiasi terhadap keberadaan layanan Call Center Polri 110 yang dinilai sangat membantu masyarakat dan para pengemudi dalam melaporkan berbagai kejadian secara cepat sehingga penanganannya dapat dilakukan lebih responsif.
Sementara Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H. mengatakan bahwa kegiatan Ngopi Kamtibmas merupakan wadah komunikasi yang efektif untuk memperkuat kemitraan antara Polri dengan seluruh elemen masyarakat.
“Komunitas ojek online dan Pecalang merupakan mitra strategis Polri yang memiliki mobilitas tinggi dan berinteraksi langsung dengan masyarakat setiap hari. Melalui kegiatan Ngopi Kamtibmas, kami ingin membangun komunikasi dua arah sehingga berbagai informasi, masukan, maupun permasalahan di lapangan dapat disampaikan secara langsung dan dicarikan solusi bersama. Sinergi ini menjadi modal penting dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di wilayah Kota Denpasar,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Polresta Denpasar akan terus meningkatkan patroli serta penegakan hukum terhadap berbagai pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat, termasuk pelanggaran lalu lintas di kawasan wisata.
“Kami mengajak seluruh pengemudi untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dengan selalu menggunakan helm standar SNI, mematuhi aturan lalu lintas, serta memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 apabila menemukan gangguan keamanan maupun membutuhkan kehadiran polisi. Dengan kolaborasi yang kuat antara Polri, komunitas ojol, Pecalang, dan masyarakat, diharapkan keamanan dan kenyamanan di Kota Denpasar dapat terus terjaga,” tutupnya.






