
TANGGAMUS, LAMPUNG – PATROLI86.COM
Selasa, 29 Juli 2026
Pekon Banjar Negeri, Kecamatan Gunung Alif mendadak gaduh. Seorang warga berinisial AN mengaku menjadi korban dugaan pelecehan yang dilakukan oknum Kepala Pekon berinisial CR. Ironisnya, peristiwa itu disebut terjadi di rumah korban sendiri.
Datang ke rumah lalu berbuat tak pantas Peristiwa itu terkuak saat AN memberanikan diri bercerita ke media PATROLI86.
“Dia datang ke rumah saya. Saya tidak menyangka akan diperlakukan seperti itu. Saya diraba dan dicium bibirnya. Itu perbuatan tidak pantas,” ujar AN dengan nada kecewa.
Akibat kejadian tersebut, AN mengaku harga dirinya jatuh. “Saya malu sama keluarga, malu sama warga. Saya tidak terima. Kalau CR tidak mau bertanggung jawab, saya akan bawa ini ke jalur hukum,” tegasnya.
Saksi, kakon akui dan janji tanggung jawab ,Seorang teman AN yang saat itu ada di lokasi membenarkan cerita tersebut.
“Saya lagi di rumah AN. Dia cerita sudah dilecehkan. Nggak lama CR datang lalu pulang,” ungkap saksi.
Merasa tidak terima, AN dan saksi nya ,kemudian mendatangi rumah CR. Menurut saksi, saat itu CR sempat mengakui perbuatannya dan berjanji akan bertanggung jawab.
Rembuk di balai pekon buntu,
Karena persoalan tak selesai, keluarga besar AN menggelar rembuk di Balai Pekon. Hadir juga Ketua BHP sebagai saksi.
Sayangnya, mediasi itu menemui jalan buntu. Tidak ada kesepakatan. Kedua belah pihak akhirnya pulang dengan kecewa.
“Sudah dimusyawarahkan, tapi tidak ada titik temu,” kata sumber di lokasi.
Kini AN dan keluarga menuntut kejelasan dan pertanggungjawaban dari CR. Jika tidak ada itikad baik, mereka memastikan akan membawa kasus ini ke Polres Tanggamus.
Hingga berita ini diturunkan, media PATROLI86.masih berupaya meminta konfirmasi dari CR.
Media PATROLI86. mengimbau semua pihak menghormati proses hukum dan asas praduga tak bersalah. Kami juga mendorong aparat terkait segera turun tangan dan memberikan perlindungan kepada korban.
ML







