
BENGKULU] PATROLI 86 COM Forum Aktivis Bengkulu Bersatu FABB melakukan hearing ke DPRD Provinsi Bengkulu untuk menyoroti sebuah persoalan besar. Dugaan gagalnya program percetakan sawah di Kabupaten Rejang Lebong menjadi fokus pembahasan. Senin, 10/8/2026.
Rapat Dengar Pendapat RDP dipimpin langsung oleh Ketua FABB Herman Lupti, didampingi Korlap Dedi Mulyadi dan beberapa anggota lainnya. Kedatangan FABB disambut sejumlah anggota DPRD Provinsi.
Anggota DPRD yang hadir dalam RDP tersebut antara lain Susman Hadi dari Fraksi Golkar, Herwin Sabrani dari Fraksi Gerindra, Zainal dari Fraksi PKB, Usin Sembiring dari Fraksi Hanura, Arpan Toni dari Fraksi PKB, dan beberapa anggota lainnya.
Susman Hadi dari Fraksi Golkar menyatakan DPRD akan memanggil OPD terkait yang menangani kasus tersebut. “Kami akan meminta klarifikasi secara langsung agar persoalan ini terang dan ada pertanggungjawaban,” tegas Susman.
Herwin Sabrani dari Fraksi Gerindra menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap proyek-proyek pemerintah. “Jangan sampai anggaran daerah mubazir karena tidak diawasi dengan baik. Rakyat yang dirugikan,” katanya.
Sementara Zainal dari Fraksi PKB meminta FABB menyerahkan bukti data dan dokumen pendukung. Menurutnya, dokumen itu penting agar bisa menjadi bahan rekomendasi DPRD dalam menindaklanjuti persoalan di Kabupaten tersebut.
DPRD Provinsi menegaskan akan mengawasi penuh persoalan tersebut. Lembaga legislatif berkomitmen mengawal hingga ada kejelasan hukum dan tanggung jawab dari pihak terkait. Namun usai mendengar seluruh pernyataan anggota dewan terkait kasus tersebut, Ketua FABB Herman Lupti menyimpulkan belum ada kejelasan dari wakil rakyat. (Kulman hadi)






