
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes menegaskan pengendalian HIV-AIDS tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan semata.
Karena itu, kolaborasi pemerintah, swasta, organisasi masyarakat, tokoh agama, pelajar/mahasiswa, hingga pemerhati HIV-AIDS dalam wadah Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) Sulteng, diyakini mampu mengendalikan laju penyebaran epidemi penyakit tersebut.
“Mari kita bersama-sama meningkatkan kepedulian dan dukungan dalam pengendalian HIV-AIDS agar supaya laju epidemi ini dapat terkendali,” ajak Wagub Reny pada rapat Pengurus KPAP Sulteng masa bakti 2025-2030.
Wagub dr. Reny Lamadjido berharap jajaran pengurus makin memperkuat komitmen dalam berlembaga KPAP Sulteng agar pengendalian HIV-AIDS lebih efektif lagi.
Mengingat lebih dari 90 % penularan berkaitan dengan hubungan seksual berisiko, dengan kasus yang didominasi kelompok usia produktif.
“Hal ini akan mempengaruhi produktivitas kerja yang pada akhirnya akan menjadi beban keluarga dan pemerintah,” jelasnya tentang efek domino akibat terpapar HIV-AIDS.
Karena itu, semangat Three Zeros HIV-AIDS tegasnya harus terserap ke dalam program-program kerja yang berkesinambungan agar hasil-hasilnya berdampak dalam meniadakan infeksi HIV baru, kematian akibat AIDS, dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).
“Dengan komitmen serta tanggung jawab kita sekalian, maka upaya ini akan menunjukkan hasil yang postif,” tutupnya.
Sebelum rapat dimulai, Wagub Reny Lamadjido yang juga merangkap Ketua Pelaksana KPAP Sulteng terlebih dulu mengukuhkan pengurus KPAP Sulteng masa bakti 2025-2030.
*(Ro Adpim Setdaprov Sulteng)*








