
Halmahera Selatan//Patroli86.com// — Ketua Barah, Ady Hj. Adam, menegaskan kepada Pemerintah Daerah agar penanganan musim kemarau tidak hanya sebatas sosialisasi terkait pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menurut Ady Hj. Adam, sosialisasi mengenai bahaya karhutla memang penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Namun, pemerintah juga harus turun langsung melihat kondisi warga di desa-desa yang terdampak kemarau, terutama masyarakat yang mengalami kekurangan pasokan air bersih.
“Pemerintah jangan hanya melakukan sosialisasi terkait kebakaran hutan dan lahan. Pemerintah juga harus melihat kondisi masyarakat di desa-desa yang terdampak kemarau dan mengalami kekurangan air bersih,” tegas Ady Hj. Adam.
Ia meminta Pemerintah Daerah melakukan pemetaan terhadap desa-desa yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, sehingga bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran.
Menurutnya, pendistribusian air bersih menggunakan mobil tangki atau sarana lainnya perlu dilakukan apabila sumber air masyarakat mulai mengering dan tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ady Hj. Adam menilai persoalan air bersih harus menjadi perhatian serius karena merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Jangan sampai warga yang sedang menghadapi dampak kemarau justru hanya menerima imbauan tanpa adanya langkah nyata dari pemerintah.
“Penanganan karhutla dan pemenuhan kebutuhan air bersih harus berjalan bersamaan. Masyarakat membutuhkan kehadiran pemerintah, bukan hanya sosialisasi, tetapi juga tindakan nyata di lapangan,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah bersama pemerintah desa dapat berkoordinasi untuk mengidentifikasi wilayah yang terdampak kekeringan serta segera mengambil langkah untuk membantu masyarakat.
Di sisi lain, Ady Hj. Adam juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga lingkungan, tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, serta menggunakan air secara bijak selama musim kemarau.
(Tim Red)








