
Ketapang: Kalbar
lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar).,viralnya di media sosial tanggal 10/9/2026
Meski jumlah titik panas (hotspot) di Kabupaten Ketapang terus menurun, ia meminta seluruh pihak tidak lengah dan segera menuntaskan titik api yang masih tersisa.
Peninjauan dilakukan di Desa Tanjung Pura, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Selasa (8/9/2026).
Menhut Raja Juli di dampingi bupati Ketapang Alexander Wilyo, mengatakan, berdasarkan data per malam sebelumnya, Senin (7/9), jumlah hotspot di Ketapang tersisa 13 titik.
Penurunan tersebut, menurutnya, merupakan hasil kerja bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, serta pihak terkait lainnya.
“Sekali lagi dari data yang ada per malam tadi, hotspot di Ketapang, berkat kerja sama semua pihak, Pak Bupati, TNI, Polri, KPH, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, Masyarakat Peduli Api, dan seterusnya, angkanya terus turun, tinggal 13 hotspot,” ujarnya
Namun, ia mengingatkan penurunan jumlah hotspot tidak boleh membuat penanganan karhutla dianggap selesai.
Sebaliknya, sisa titik panas tersebut harus segera dikejar dan dipadamkan agar tidak kembali berkembang.
Tetapi jangan sampai penurunan angka hotspot ini membuat kita justru menganggap kerjaan sudah selesai. Membuat kita menjadi berleha-leha,” tegasnya.
Justru momentum mumpung 13, semua harus mengejar ya titik-titik apinya dan diselesaikan, dipadam, dipadamkan,” lanjut Raja Juli.
Ia menjelaskan, penanganan karhutla di lahan gambut memiliki tantangan tersendiri.
Api yang terlihat di permukaan belum tentu benar-benar padam karena bara dapat masih bertahan di bawah permukaan tanah dan kembali menyala ketika tertiup angin.
Tadi teman-teman lihat sendiri kan, di gambut itu memadamkan api beda dengan di mineral. Bisa jadi di atas sudah tidak terlihat sama sekali ada api, tapi kadang-kadang masih berasap. Karena tidak ada asap tapi di bawahnya masih berpotensi untuk hidup kembali ketika ada angin, dan sebagainya,” tandasnya) Thomas dp kaperwil Kalbar)








