
Gianyar, Senin, 7 September 2026 Suasana penuh kekhusyukan, rasa syukur, dan kehangatan kekeluargaan yang tulus menyelimuti Jaba Pura Puseh, Desa Adat Kebon Singapadu, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar. Pada hari ini, para Purna Bakti dari seluruh kabupaten di Pulau Dewata berkumpul dalam satu hati dan satu tekad untuk merayakan Hari Ulang Tahun ke-64 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Tingkat Provinsi Bali. Perayaan ini bukan sekadar peringatan bertambahnya usia organisasi, melainkan bukti nyata bahwa meskipun masa pengabdian aktif telah usai, semangat pengabdian kepada bangsa, rasa cinta tanah air, dan ikatan persaudaraan yang kokoh tetap menyala terang dan tak akan pernah pudar oleh waktu.
Acara dimulai dengan puji syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga seluruh peserta dapat berkumpul dalam keadaan sehat walafiat. Rangkaian kegiatan dibuka dengan doa bersama “OM AVIGHNAM ASTU NAMAH SIDDAM”, sebagai permohonan agar seluruh rangkaian acara berjalan lancar, aman, dan penuh berkah. Selanjutnya, seluruh hadirin berdiri tegak untuk menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Hymne PWRI, dan Mars PWRI dengan penuh semangat dan kebanggaan, diikuti dengan pembacaan Panca Ubaye PWRI yang dipimpin secara bergantian oleh Ketua PWRI Kabupaten Karangasem, Gianyar, Badung, dan Jembrana.
Sementara itu, Ketua Panitia, Ida Bagus Jodi, menyampaikan rasa bangga dan bahagia karena seluruh rangkaian acara berjalan dengan lancar dan tertib. Beliau juga mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena kita semua dianugerahi kesehatan sehingga dapat berkumpul bersama di tempat yang mulia ini untuk merayakan HUT PWRI.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian laporan Ketua Panitia Penyelenggara. Selanjutnya, acara berlanjut dengan penyampaian sambutan-sambutan, meliputi sambutan dari Pengurus Besar PWRI Pusat atau yang mewakili, sambutan Ketua PWRI Provinsi Bali, serta sambutan dari perwakilan Kesbangpol Provinsi Bali yang hadir mewakili Bapak Gubernur Bali. Kehadiran perwakilan Kesbangpol ini menjadi bentuk perhatian dan penghormatan pemerintah kepada seluruh anggota PWRI di Bali.
Puncak perayaan ditandai dengan momen pemotongan tumpeng yang penuh makna dan hikmat. Tiga buah tumpeng dipotong secara bersama-sama oleh seluruh Ketua PWRI Kabupaten se-Bali dan Ketua Panitia. Tumpeng pertama diserahkan kepada perwakilan Kesbangpol Provinsi Bali selaku wakil Gubernur Bali, tumpeng kedua kepada Ketua PWRI Provinsi Bali, dan tumpeng ketiga kepada Ketua Panitia HUT PWRI. Suasana semakin meriah dan haru ketika Paduan Suara PWRI Kecamatan Kuta Utara menyanyikan lagu khusus HUT PWRI ke-64, yang dilantunkan dengan penuh perasaan dan harmoni. Acara kemudian diabadikan dalam sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan yang abadi.
Dalam kesempatan ini, turut hadir dan mendukung kelancaran acara, Ibu Putu Resiki, yang menjabat sebagai Sekretaris PWRI Provinsi Bali sekaligus Sekretaris Panitia Penyelenggara. Dedikasi dan kerja keras beliau turut menyukseskan peringatan yang penuh makna ini.
Di penghujung acara, suasana berubah menjadi penuh kegembiraan dalam rangkaian ramah tamah dan hiburan. Berbagai tarian gerak dan lagu dari masing-masing kabupaten mewarnai perayaan, menampilkan keberagaman dan kekayaan budaya bangsa. Puncak hiburan yang paling dinanti adalah persembahan Senam Kreasi Ulang Tahun yang dipersembahkan oleh PWRI Kecamatan Sukawati, yang diikuti dengan penuh semangat oleh seluruh peserta yang hadir membuktikan bahwa di usia berapa pun, semangat tetap membara dan kebersamaan tetap menyatukan kita semua.
Di usia yang ke-64 tahun ini, PWRI bukan sekadar organisasi purnawirawan. PWRI adalah rumah persaudaraan, tempat kita saling merangkul, saling menguatkan, dan saling mengingatkan akan nilai-nilai pengabdian yang tulus. Semoga ikatan persaudaraan yang telah terjalin senantiasa terjaga, dan semoga PWRI Provinsi Bali semakin jaya.








