
Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, memimpin Rapat Koordinasi Bersama investor Perkebunan kelapa sawit yang memiliki Pabrik Kelapa Sawit di Kabupaten Sintang. Rapat dilaksanakan di Ruang Kerja Bupati Sintang pada Senin, 14 September 2026.
Pada rapat tersebut, Bupati Sintang berdiskusi bersama pimpinan perusahaan perkebunan kelapa sawit yang memiliki Pabrik Kelapa Sawit
untuk mencari solusi atas tidak tertampungnya Tandan Buah Segar (TBS) yang dihasilkan oleh para petani sawit mandiri di Kabupaten Sintang.
Dalam rapat ini, terungkap ada 2 penyebab utama tidak terserapnya TBS milik masyarakat oleh Pabrik Kelapa Sawit di Kabupaten Sintang yakni Pertama, seluruh Pabrik Kelapa Sawit terdampak musim kemarau panjang
yang membuat debit air sungai Kapuas dan Melawi mengalami penurunan ekstrim sehingga tidak bisa dilewati kapal dan tongkang yang akan membawa Crude Palm Oil
(CPO) dari Sintang ke Pontianak. Kondisi tersebut membuat Pabrik Kelapa Sawit harus mengandalkan truk tangki untuk membawa CPO yang dihasilkan ke Pontianak.
Kedua, truk tangki yang dimiliki oleh Pabrik Kelapa Sawit mengalami keterbatasan sehingga menghambat distribusi CPO dari pabrik menuju Pontianak.
Kondisi tersebut membuat Pabrik Kelapa Sawit harus mengurangi kapasitas produksi CPO, mengurangi pembelian TBS milik masyarakat dan mengutamakan pengolahan TBS yang dihasilkan oleh kebun milik mereka sendiri.
Bupati Sintang memberikan saran dan solusi atas permasalahan tersebut yakni agar terkait antrian TBS dari Mitra dan Petani Mandiri harus sama-sama diprioritaskan oleh PKS
tidak hanya memperioritaskan inti dan plasma saja.
PKS wajib memberikan informasi yang transparan kepada Masyarakat yang akan menjual TBS kepada PKS.
Terkait Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Bupati Sintang akan berkoordinasi ke Kepala Daerah tetangga seperti Melawi, Sekadau, Sanggau dan Kapuas Hulu agar Bersama-sama memberikan saran dan masukan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Pemerintah Pusat agar dibuat kebijakan.
Bupati Sintang mendorong agar PKS menyiapkan data dan fakta untuk disampaikan ke Pemprov Kalbar terutama terkait penurunan produksi CPO oleh PKS yang disebabkan mobilisasi CPO tidak stabil karena melewati jalan darat ke Pontianak.
Bupati Sintang juga meyarankan agar PKS menambah armada angkutan CPO ke Pontianak) Thomas dp kaperwil Kalbar)





