
BALI — Menyongsong visi Bali sebagai proyek pilot International Finance Center (IFC) dunia, Yayasan Tripanglipur Initiative Indonesia (YTII) menggagas program Bedah Homestay di setiap desa. Gerakan ini bukan sekadar membenahi bangunan, tetapi mendorong perubahan pola pikir masyarakat agar memiliki mental pemenang.
YTII yang dinahkodai sosok pejuang sejati membawa semangat pemberdayaan dengan mendorong masyarakat untuk tidak hanya menjadi penonton di tengah perkembangan ekonomi dan pariwisata Bali.
Masyarakat harus mampu membaca peluang, menciptakan usaha, membuka lapangan pekerjaan dan mengembangkan potensi yang ada di lingkungan sendiri.
Semangat yang dibangun YTII adalah mental pemenang, bukan mental pengemis di bumi pertiwi sendiri. Masyarakat harus memiliki keberanian untuk berdiri di atas kemampuan sendiri, mengembangkan potensi lokal dan menjadi pelaku ekonomi di daerahnya.
Melalui program Bedah Homestay, rumah masyarakat diharapkan dapat dikembangkan menjadi sumber ekonomi produktif. Potensi desa tidak hanya dilihat dari bangunan dan fasilitas, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia yang mampu mengelolanya.
“Yang kita ubah bukan hanya bangunan, tetapi pola pikir. Kita ingin masyarakat memiliki mental pemenang, mampu melihat peluang dan menciptakan lapangan pekerjaan dengan cara yang benar,” menjadi semangat yang diusung YTII.
Program tersebut juga diarahkan untuk membuka ruang bagi generasi muda. Mereka didorong menjadi generasi yang kreatif, mandiri dan berani menciptakan peluang ekonomi melalui pariwisata, ekonomi kreatif maupun potensi unggulan masing-masing desa.
YTII meyakini kemajuan Bali tidak cukup hanya dibangun melalui investasi dan pembangunan fisik. Masyarakat lokal harus dipersiapkan agar mampu tumbuh bersama perubahan dan mendapatkan manfaat dari peluang ekonomi yang berkembang.
Karena itu, Bedah Homestay diposisikan sebagai bagian dari gerakan membangun kemandirian ekonomi berbasis desa. Dari rumah warga, lahir usaha; dari usaha, tercipta lapangan pekerjaan; dan dari desa, tumbuh kekuatan ekonomi masyarakat.
Dengan energi positif dan semangat perjuangan, YTII ingin menanamkan satu pesan kuat: jangan menunggu diberi, tetapi berani menciptakan; jangan menjadi penonton, tetapi jadilah pelaku; jangan bermental pengemis di negeri sendiri, tetapi bangun mental pemenang di bumi pertiwi.





