
Halmahera Selatan//Patroli86.com// – Suasana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Labuha, Kabupaten Halmahera Selatan, sempat memanas menyusul insiden yang melibatkan warga binaan dan petugas pada 20 September 2026.
Peristiwa tersebut langsung mendapat perhatian Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Maluku Utara.
Insiden tersebut diduga terjadi secara spontan dan dipengaruhi kondisi di dalam Lapas, termasuk cuaca panas serta keterbatasan ketersediaan air selama musim kemarau.
Kabid Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Maluku Utara, Yunus Maraden, kepada wartawan saat ditemui di Lapas Kelas III Labuha, menjelaskan bahwa sebelum kejadian, pihaknya telah melaksanakan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar menghadapi kondisi kemarau yang berdampak terhadap ketersediaan air.
“Dampaknya banyak, termasuk air. Ternyata sumur tidak hidup, sehingga kita hanya berharap dari pompa,” ujar Yunus.
Menurut Yunus, kondisi tersebut diperparah dengan cuaca yang cukup panas sehingga suasana di dalam Lapas menjadi lebih sensitif dan berpotensi memicu emosi warga binaan.
Ia menjelaskan, insiden bermula ketika pimpinan secara spontan memberikan teguran kepada warga binaan dalam sebuah kegiatan. Teguran tersebut kemudian membuat situasi menjadi panas.
“Memang kondisi lagi panas yang membuat mereka gampang tersulut emosi. Tidak ada niatan untuk membuat semua itu menjadi bermasalah. Itu spontanitas,” katanya.
Terkait informasi mengenai kemungkinan adanya warga binaan lain yang terlibat dalam insiden tersebut, Yunus memastikan informasi tersebut masih akan diperiksa dan ditindaklanjuti sesuai prosedur.
“Jika ada informasi warga binaan di dalam, itu akan kami periksa dan kami tindak lanjuti,” tegasnya.
Yunus juga mengakui bahwa aspek komunikasi antara petugas dengan warga binaan masih perlu terus diperbaiki. Menurutnya, cara penyampaian teguran dapat memengaruhi respons warga binaan, terlebih ketika kondisi di dalam Lapas sedang sensitif.
“Teknik komunikasi itu penting. Kalau kita bisa berkomunikasi dengan baik, teman-teman bisa memahami. Jadi mungkin tata kelola dan cara bertutur kata perlu kita benahi lagi,” jelasnya.
Sementara itu, terkait kemungkinan adanya pegawai yang turut terlibat dalam insiden tersebut, Yunus mengatakan pihaknya akan melakukan penelusuran. Apabila nantinya ditemukan keterlibatan atau pelanggaran, penanganan akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Pasti kita buat pembinaan jika ada keterlibatan,” katanya.
Yunus menegaskan, proses pemeriksaan masih berlangsung. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh fakta mengenai insiden dapat diketahui secara jelas sebelum menentukan penanganan lebih lanjut.
“Kita tetap selidiki. Yang pasti kita ingin Halmahera Selatan tetap kondusif, khususnya Maluku Utara. Pembinaan tetap berjalan dengan baik dan seluruh program yang berdampak kepada masyarakat tetap berjalan,” ujarnya.
Pihak Kanwil Ditjenpas Maluku Utara juga mengimbau media massa agar menyampaikan pemberitaan secara berimbang dan tidak menarik kesimpulan sebelum proses pemeriksaan selesai.
Kanwil Ditjenpas Maluku Utara menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi di Lapas Kelas III Labuha guna memastikan kondisi tetap aman dan proses pembinaan warga binaan berjalan sebagaimana mestinya.
(Tim Red)








