
JAKARTA, ISTANA MERDEKA – SENIN, 20 SEPTEMBER 2026 – 10.00 WIB & 14.00 WIB
Presiden Prabowo Subianto murka besar dua kali dalam satu hari. Pagi gebrak meja soal pembakar hutan, malam gebrak meja soal anak buah penjilat pembohong. Dua-duanya disaksikan langsung oleh Kapolri, Mensesneg, Menteri Hukum, Mendagri, Menteri Perhubungan, BNPB, Basarnas, TNI, dan para Gubernur yang ikut Zoom.
Pernyataan pertama- SIANG 15 SEPTEMBER: HUTAN DIBAKAR = TERORISME EKOLOGI!
Lokasi: Ruang Rapat Terbatas Istana Merdeka, latar bendera Merah Putih. Prabowo duduk dengan wajah tegang merah padam di depan kabinet.
Dengan suara lantang, ia umumkan doktrin baru yang belum pernah ada di sejarah Indonesia:
> “PRESIDEN PRABOWO: SANKSI DIPERBERAT! PEMBAKAR HUTAN KITA GOLONGKAN TERORISME EKOLOGI”
Transkrip lengkap perintah langsung Presiden:
> “Tidak ada ampun mulai sekarang.”
> “Saya katakan itu coba nanti ya Mensekneg dengan Menteri Hukum didalami ya supaya masalah sanksi-sanksi hukumnya mungkin undang-undangnya kita minta ke DPR untuk diperberat ya bahwa ini kita golongkan terorisme ekologi.”
> “Saya sudah katakan jangan ada alasan rakyat, kearifan lokal dan sebagainya itu saya kira itu alasan. Saya sudah katakan kalau rakyat butuh kita akan bantu buka lahan tapi ini harusnya benar-benar tidak boleh berlanjut tidak boleh ada lagi kebakaran hutan untuk buka lahan atau alasan apapun.”
Prabowo menolak total dalih kearifan lokal.
Kemudian ia todong Kapolri langsung:
> “Saya sudah katakan ya ini Kapolri saya minta all out, saya minta kerahkan instansi yang di bawah kalian ya. Selidiki sedalam-dalamnya dan kita tindak kalau perlu semua 90 itu kita cabut saja. Kita enggak bisa lagi toleransi soal ini.”
Angka “90 itu” merujuk pada 90 perusahaan pembakar hutan yang sudah dikantongi namanya di meja Presiden.
Ia juga ancam kepala daerah yang coba lindungi pembakar:
> “Jadi kita catat saja kalau ada ya pimpinan di daerah-daerah yang mau berlindung di undang-undang yang sedang kita mau perbaiki ya dia tidak berpikir kepentingan rakyat.”
> “Mendagri coba dikerahkan semua ya untuk yakinkan itu pemerintah-pemerintah daerah. Menteri Perhubungan ya saya kira tolong dikoordinasikan langkah-langkah selanjutnya bersama dengan Basarnas ya juga pastikan hak-hak keluarga korban itu dipenuhi dengan sebaik-baiknya.”
> “Saya minta investigasi yang mendalam dan objektif. Terima kasih sementara saya tutup pertemuan ini dan kita monitor terus. Selesai.”
Dengan digolongkan TERORISME EKOLOGI, hukuman pembakar hutan tidak lagi cuma denda pidana lingkungan, tapi bisa hukuman seumur hidup seperti teroris.
Pernyataan kedua – 15 SEPTEMBER 2026: BIADAB! BANYAK BAWAHAN SUKA JILAT ABS!
Lokasi: pertemuan khusus ProfGema, Nada Prabowo masih tinggi karena laporan palsu yang masuk ke Istana.
“JANGAN MAIN-MAIN KASIH SAYA LAPORAN PALSU & ABS – BANYAK BAWAHAN SUKA JILAT ASAL BAPAK SENANG”
Prabowo meledak:
> “JANGAN MAIN-MAIN LAGI DENGAN SAYA LAPORAN PALSU, LAPORAN MENYENANG-MENYENANGKAN SUPAYA BISA AKAL-AKALAN. SAYA KASIH PERINGATAN KERAS INI.
Host ProfGema menohok balik:
> “Bagaimana pak Presiden tahu informasi yang bapak terima itu misleading, salah atau mungkin sengaja disalahkan? Yang saya takutkan adalah informasi yang salah itu bukan hanya ke presiden tetapi ke menteri itu juga banyak yang sengaja, bagi saya ini bagian daripada SPIONASE Pak, di-feeding informasi yang salah sampai ambil kebijakan yang salah dan negara ini ancamannya.”
Jawaban Prabowo jujur dan mengejutkan:
> “Itu yang selalu terjadi yaitu Asal Bapak Senang, banyak sekali data yang dibagus-bagusin. Oh iya saya alami, saya tuh kaget, saya mengira waktu saya jadi presiden BUMN kita itu 300-an gitu loh, tiba-tiba 1074, kaget saya. Dan begini itu masih sekelumit, ada anak perusahaan, ada cucu perusahaan, ada cicit perusahaan.”
Strategi Prabowo lawan penjilat:
> “Bagaimana seninya kita tahu? Nah di situ teknologi agak menguntungkan ya. Saya telepon, saya cek. Contoh cek, nanti saya ini ada perkembangan begini, cek begitu, penjelasannya masuk akal, oke. Kalau tidak masuk akal, saya suruh buktikan di lapangan!”
15 September 2026 akan dicatat sebagai hari dimana Presiden Prabowo resmi perang melawan dua musuh: TERORIS EKOLOGI di hutan dan PENJILAT ABS di dalam Istana.
Tim Redaksi Investigasi – Billy Pratama Raharjo









