
SURABAYA, Sabtu 3 OKTOBER 2026 – PUKUL 18.00 WIB – Jawa Timur sedang tidak baik-baik saja. Ini bukan lagi darurat narkoba biasa, ini adalah PEMBUNUHAN MASSAL GENERASI MUDA SECARA LIVE di media sosial yang dibiarkan.
Tim investigasi menghimpun bukti lengkap dari Media, LSM, Aktifis, LBH dan Ulama daerah Jawa Timur Jumat, 3 Oktober 2026 Pukul 17.01 – 17.18 WIB, yang membuktikan peredaran sabu sudah seperti jualan baju online, sementara laporan resmi pengaduan masyarakat (DUMAS) yang masuk ke SPKT Polda Jatim pada 29 September 2026 pada hingga hari ini TIDAK ADA TINDAK LANJUT.
Kenapa mandul? Menurut keterangan pelapor dalam DUMAS tersebut, kasus ini diduga terhalang kasus utama yang menyeret dugaan beking dari oknum yang masih aktif dari instansi kepolisian di wilayah Polda Jatim dan oknum TNI di daerah Jawa Timur terkait jaringan narkoba dan perdagangan manusia.
CATATAN REDAKSI: Kami tidak menuduh institusi Polri dan TNI. Yang kami tuduh adalah OKNUM. Kebenaran dugaan beking ini wajib dibuktikan lewat Propam Polri dan Pomdam V/Brawijaya agar nama baik institusi yang bersih tidak tercemar.
FAKTA LAPANGAN YANG MEMBUAT DARAH MENDIDIH
BUKTI 1: SUPERMARKET NARKOBA DIGITAL – LIVE JUALAN SABU JAWA-BALI
Akun @nevergiveup114 – 134 mengikuti, 1755 pengikut – terpantau LIVE sedang menghisap sabu dalam bong kaca yang di isi 2x dengan sabu yang terisi sekitar 0,2grm sambil menyiapkan atau membungkus diduga narkotika sabu dengan 15bungkus berisi masing masing bungkusan berisi 1grm/bungkus setelah diclip lalu dilatban hitam dengan santai menawarkan bahan dagangannya yang diakui 2 orang pada live adalah narkoba jenis sabu pada 3 Oktober 2026 Pukul 17.14 WIB dengan 107 penonton sampai 17:48 WIB.
Di dalam LIVE tersebut terlihat jelas:
– Puluhan paket sabu siap edar dibungkus lakban hitam berjejer di lantai rumah lengkap dengan bong sabu yang dipakai saat live berlangsung.
– Tulisan besar di layar: “JAWA BALI” sebagai wilayah edar khususnya Sidoarjo-Surabaya.
– Daftar harga terpampang tanpa malu: PH 200K, S 300K, M 400K, L 550K, XL 1000K
– Caption biadab: “KITA JUAL SAMA TIDAK MEMBEDAKAN JAWA DENGAN BALI”
– Komentar pada saat live calon pembeli: “kirim paket krmh bisa bng?” – dijawab siap kirim on hand maping.
Anak SMP bisa nonton, bisa pesan, bisa dikirim ke rumah!
BUKTI 2: TRANSAKSI BANK DAN MODUS KURIR ANAK DI BAWAH UMUR
Modus mereka profesional. Pola chat: “Weee dulu tester sini, Norek mana 50, Cocok lanjut 1g”
Setelah itu korban disuruh transfer ke Rekening SeaBank A/N AKHMAD AZKA ULNUHA warga Sidoarjo milik pelaku. Setelah transfer 50 ribu untuk tester, dilanjutkan paket 1 gram.
Sistemnya adalah sistem tempel / map dan kurir mati. Yang direkrut sebagai kurir adalah remaja di bawah umur karena dianggap tidak dicurigai polisi. Inilah yang menjelaskan data mengerikan di bawah.
BUKTI 3: KORBAN NYATA – SISWI SMP SURABAYA DIDUGA KORBAN TPPO DI HOTEL BERSAMA 5 PRIA
Pada hari yang sama, beredar foto di sebuah hotel di Surabaya. Seorang siswi SMP berhoodie abu-abu duduk ketakutan di pojok kamar. Di kasur berserakan bong, pipet, plastik klip sabu. Di sekelilingnya 5 pria bandar narkoba umur remaja yang menyekap siswi disurabaya selama 15hari.
Kronologi & Fakta Kasus RAB (15), Siswi SMP di Surabaya:
• Pelaporan Hilang: RAB (15), siswi SMP di Surabaya, dilaporkan hilang oleh orangtuanya pada Rabu, 28 Mei 2025, ke Polsek Tegalsari, Surabaya. Korban tidak pulang ke rumah dan keluarga kehilangan kontak.
• Penemuan di Hotel: Pada Sabtu, 14 Juni 2025, polisi berhasil menemukan RAB di sebuah kamar hotel di wilayah Surabaya bersama lima orang dewasa – empat pria dewasa berinisial RH (22), DA (23), RAF (18), RH (21) dan satu perempuan dewasa berinisial LZV (20).
• Temuan Barang Bukti: Di dalam kamar hotel tersebut, polisi menemukan barang bukti berupa sabu, alat hisap sabu (bong/pipet), dan timbangan elektronik, yang mengindikasikan kuat adanya penyalahgunaan narkoba dan dugaan peredaran.
ANALISIS SINGKAT:
Rentang waktu hilang dari 28 Mei 2025 hingga ditemukan 14 Juni 2025 (17 hari) menunjukkan korban diduga kuat telah dieksploitasi. Keberadaan sabu, alat hisap, dan timbangan elektronik bersama 4 pria dewasa di satu kamar hotel dengan anak di bawah umur mengarah pada dua tindak pidana berat: Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Anak dan Tindak Pidana Narkotika.
DATA MENGERIKAN: 85% REMAJA JAWA TIMUR TERPAPAR
Berdasarkan penelusuran lapangan tim di Sidoarjo, Surabaya, Malang, dari pengakuan mantan kurir dan komunitas peduli anak, ditemukan data yang wajib membuat Gubernur Jatim bergetar:
Hampir 85% yang terpapar sebagai kurir dan pemakai aktif di Jawa Timur adalah remaja di bawah umur hingga usia 25 tahun, laki-laki dan perempuan.
Dari data BPS dan data kepolisian daerah:
Remaja definisi 10-25 tahun: sekitar 9,5 juta jiwa dijawa timur
Anak dan remaja 0-10 tahun: sekitar 16 juta jiwa dijawa timur
Siapa mereka?
– Pelajar SMP/SMA yang putus sekolah
– Mahasiswi yang terlilit kos dan pinjol
– Anak broken home yang butuh pelarian
– Pengangguran 19-25 tahun yang dijanjikan 200 ribu per paket tempel
Mereka dijebak dengan kata “READY”. Sekali coba, hidup hancur.
DAMPAK NYATA YANG DIRASAKAN WARGA – BUKAN HANYA EKONOMI TURUN
Dampak narkoba LIVE ini sudah merusak Jawa Timur hingga ke akar, jauh lebih kejam dari sekedar ekonomi turun:
1. Ekonomi dan Sosial Runtuh: Uang keluarga habis untuk sabu. Judi online naik drastis. Kalah judi -> pakai sabu -> jual sabu untuk tutup judi.
2. Keamanan Lingkungan Hilang: Kriminalitas naik: jambret, curanmor, begal. Warga tidak aman karena kurir lalu-lalang 24 jam sistem tempel. Rasa tidak aman menjadi permanen.
3. Psikologis Massal Rusak: Pemakai jadi paranoid, halusinasi, emosi meledak, daya pikir turun, kesehatan hancur. Lingkungan ikut terdampak, mengalami stres, teror, dan ketakutan melihat transaksi di depan mata anak kecil.
4. Ideologi dan Karakter Bangsa Hancur – Ini Yang Paling Bahaya:
– Rasisme dan radikalisme tumbuh, antar kelompok curiga dan mudah diadu domba.
– Penurunan toleransi dan berpikir kritis, mudah dimanipulasi politik untuk kepentingan yang menguasai wilayah, rela jadi alat politik bayaran dan meminta imbalan.
– Oligarki kampung muncul: yang punya uang sabu yang berkuasa.
– Penipuan, pemerasan, dan kejahatan siber merajalela.
– Kesehatan publik darurat: HIV, TBC, gangguan jiwa permanen yang menular secara sosial ke keluarga.
POLDA JATIM DITAGIH – MANA RESPONNYA?
Publik kini menunggu jawaban tegas dari Polda Jatim atas DUMAS 29 September 2026:
1. Apakah laporan sudah diterima dan berapa nomor LP-nya?
2. Apakah benar ada kendala karena dugaan beking oknum?
3. Kapan akun @nevergiveup114 yang masih LIVE sampai 3 Oktober ini ditindak, rekeningnya dibekukan, dan pemiliknya ditangkap?
Jika laporan resmi sudah masuk 29 September tapi pada 3 Oktober masih bisa LIVE jualan sabu dengan 107 penonton, artinya sistem pengawasan digital kita sudah kalah telak.
TUNTUTAN KERAS:
1. Kapolda Jatim bentuk Tim Gabungan Propam + Ditresnarkoba + Cyber Crime. Sikat oknum bekingnya, jangan lindungi.
2. Pangdam V/Brawijaya turunkan Pomdam untuk selidiki dugaan oknum TNI.
3. BNNP Jatim, KPAI, Kominfo, Dinsos segera selamatkan siswi SMP korban TPPO, blokir akun, tes urine massal di sekolah zona merah.
4. Gubernur Jatim nyatakan STATUS DARURAT NARKOBA DIGITAL.
Jawa Timur tidak butuh konferensi pers. Jawa Timur butuh tindakan nyata.
Redaksi Investigasi
Billy Pratama Raharjo – Surabaya, 3 Oktober 2026 – Pukul 18.30 WIB









