
Patroli86.com, Aceh, singkil- 2/10/2026, — Eskalasi penolakan terhadap pembiaran kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus kini makin memuncak. Gelombang aksi demonstrasi yang diinisiasi oleh mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) tempat terduga pelaku bernaung menjadi pemantik utama dari makin meluasnya keresahan di kalangan Mahasiswa.
Menanggapi situasi yang kian memanas ini, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh melayangkan peringatan keras dan mendesak pihak rektorat untuk segera memfasilitasi serta membuka ruang-ruang advokasi dan forum diskusi terbuka bersama seluruh mahasiswa.
Aksi solidaritas dari Mahasiswa KPI tersebut lahir akibat ketiadaan langkah konkret dan kejelasan dari pimpinan kampus dalam menyelesaikan kasus ini. Padahal, DEMA telah menempuh jalur administratif dengan melayangkan surat resmi kepada pihak rektorat sejak bulan September lalu. Namun, nihilnya tindakan nyata dan keterbukaan informasi dari pimpinan kampus justru makin memperkuat dugaan bahwa penanganan kasus pelecehan seksual ini sengaja diulur-ulur, diabaikan, dan ditutup-tutupi demi menjaga citra institusi semata.
Wakil Sekretaris Jenderal DEMA STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Muhammad Ricko Pratama, menegaskan bahwa aksi gerak cepat dari mahasiswa Prodi KPI adalah bukti nyata bahwa keterbukaan informasi dan penegakan keadilan tidak lagi bisa ditunda.
“Gelombang aksi yang meletus dari rekan-rekan mahasiswa Prodi KPI adalah sinyal keras dan bukti kekecewaan mendalam atas lambannya respons rektorat. Surat resmi sudah kami kirimkan sejak bulan September lalu, tetapi pimpinan kampus memilih bungkam sampai akhirnya massa aksi dari prodi tempat terduga pelaku berada harus turun ke jalan,” tegas Muhammad Ricko Pratama, Wakil Sekretaris Jenderal DEMA STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh.
“Sikap pasif rektorat makin mempertegas dugaan mahasiswa bahwa kasus pelecehan seksual ini memang sengaja ditutup-tutupi. Oleh karena itu, kami menuntut pihak rektorat STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh untuk tidak lagi menghindar dan segera memfasilitasi ruang-ruang advokasi serta forum diskusi terbuka secara transparan bersama seluruh elemen mahasiswa,” lanjutnya.
Aksi solidaritas Mahasiswa KPI ini baru permulaan. Jika desakan kami dan tuntutan massa aksi tetap diabaikan, maka DEMA siap menyatukan seluruh elemen mahasiswa untuk membawa gelombang atensi dan mobilisasi massa yang jauh lebih besar lagi. Kami tidak akan berhenti bergerak sampai keadilan ditegakkan dan kampus ini benar-benar menjadi ruang yang aman bagi semua. ( Tim Nusantara )









