
Memperkuat sinergi dan berbagi praktik baik dalam penyelenggaraan pelayanan dasar masyarakat, Ketua TP PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai, menerima kunjungan kaji tiru Ketua TP PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Gorontalo, Ny. Hj. Nani Ismail Mokodongan, beserta jajaran di Ruang Rapat Sekretariat PKK Kabupaten Tabanan, Jumat (23/10). Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Posyandu 6 SPM di Banjar Dinas Kuwum Tegallinggah, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, untuk melihat secara langsung penerapan program, inovasi pelayanan, serta pemberdayaan masyarakat.
Kunjungan tersebut bertujuan meningkatkan wawasan dan kapasitas Tim Pembina Posyandu serta Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo dalam mendukung implementasi Posyandu Enam Bidang Standar Pelayanan Minimal (6 SPM). Melalui kegiatan ini, kedua daerah berbagi pengalaman dan pembelajaran terkait penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas kader, sinergi lintas perangkat daerah, serta inovasi pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pengurus TP Posyandu dan TP PKK Provinsi Gorontalo, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Pohuwato beserta jajaran dan pengurus Posyandu Kabupaten Pohuwato, Sekretaris I TP PKK Kabupaten Tabanan beserta jajaran pengurus, pengurus Pokja IV TP PKK Kabupaten Tabanan, serta kepala perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.
Dalam sambutannya, Bunda Rai menyampaikan apresiasi dan rasa bahagia atas kunjungan tersebut. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan Posyandu 6 SPM membutuhkan komitmen bersama, keterbukaan untuk belajar, serta kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, kader, dan masyarakat. “Kami sangat berbahagia dan bersyukur dapat berbagi pengalaman bersama jajaran dari Provinsi Gorontalo. Kami di Tabanan juga masih terus belajar dan berbenah dalam mengimplementasikan Posyandu 6 SPM. Karena itu, mari kita berdiskusi, saling berbagi, dan bersama-sama menyukseskan transformasi posyandu agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ungkapnya.
Bunda Rai juga memaparkan sejumlah langkah percepatan yang telah dilakukan Kabupaten Tabanan, mulai dari penguatan kelembagaan, sosialisasi berkelanjutan, peningkatan kapasitas kader secara berjenjang, hingga pembinaan langsung melalui kegiatan sosial dan pemberian motivasi kepada kader. Dengan 832 posyandu yang tersebar di 10 kecamatan dan 133 desa, didukung 8.527 kader, Kabupaten Tabanan terus memperkuat sinergi bersama perangkat daerah terkait untuk memastikan pelaksanaan enam bidang SPM berjalan sesuai kebutuhan masyarakat. Upaya tersebut turut didukung inovasi SIPADU 6, yakni sistem informasi pelaporan posyandu berbasis digital, serta Pilar Posyandu yang mengembangkan pengolahan sampah plastik rumah tangga menjadi bahan bakar melalui teknologi pirolisis bekerja sama dengan Universitas Udayana.
Sementara itu, Ketua TP PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Gorontalo, Ny. Hj. Nani Ismail Mokodongan, menyampaikan apresiasi atas berbagai langkah dan inovasi yang telah dikembangkan Kabupaten Tabanan. Menurutnya, kaji tiru menjadi kesempatan penting untuk memperoleh pembelajaran nyata dalam memperkuat pelaksanaan Posyandu 6 SPM, termasuk integrasi lintas perangkat daerah dan pemanfaatan teknologi digital.
“Saya mendengarkan pemaparan mengenai pelaksanaan posyandu di Kabupaten Tabanan dan melihat bahwa upaya yang dilakukan sudah sangat luar biasa. Tidak salah jika Ibu Gubernur menunjuk Kabupaten Tabanan sebagai lokasi kaji banding. Apa yang telah dilakukan Kabupaten Tabanan sangat luar biasa. Kami melihat adanya sinergi yang kuat dengan enam perangkat daerah terkait, keterlibatan masyarakat, serta inovasi yang menjawab kebutuhan di lapangan. Apa yang dilakukan Tabanan juga sejalan dengan upaya kami di Provinsi Gorontalo dalam mengembangkan desa percontohan Posyandu 6 SPM,” tuturnya. Ia juga menyampaikan terima kasih atas sambutan dan kesempatan berbagi pengalaman yang diberikan oleh Bunda Rai beserta jajaran TP PKK dan Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan.
Rangkaian kaji tiru kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke Posyandu Kuwum, Desa Kuwum, yang sebelumnya meraih Juara I Inovasi Terbaik Bidang Kesehatan tingkat Provinsi Bali tahun 2026. Kedatangan jajaran TP Posyandu Provinsi Gorontalo disambut dengan senam lansia sebagai salah satu bentuk penguatan pelayanan dan pemberdayaan kelompok lanjut usia. Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan berbagai inovasi unggulan serta peninjauan pelaksanaan pelayanan posyandu, termasuk pemberian makanan tambahan (PMT) bagi masyarakat sasaran.
Dalam kunjungan tersebut, jajaran TP Posyandu Gorontalo diperkenalkan dengan sejumlah inovasi Posyandu Kuwum, di antaranya SIPOS (Sistem Informasi Posyandu 6 SPM melalui Google Spreadsheet), Dukung Ibu (dukungan kesehatan mental ibu nifas melalui edukasi keluarga), JAMBAK (Jamu Penambah Nafsu Makan), PMT Nutrikids (pemberian makanan tambahan yang inovatif dan variatif), Sereh Spray (semprotan antinyamuk berbahan alami), REK-DK (Roadshow Edukasi Kesehatan Desa Kuwum), serta METAKSU (kemitraan dengan Laboratorium Taksu). Berbagai inovasi tersebut menjadi gambaran upaya kader dalam mengembangkan pelayanan yang kreatif, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan kaji tiru ini, TP PKK dan Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan di bawah kepemimpinan Bunda Rai berharap sinergi antardaerah semakin kuat, sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam mengoptimalkan Posyandu 6 SPM. Berbagai praktik baik yang dibagikan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi Provinsi Gorontalo dalam memperkuat pelayanan dasar, meningkatkan kapasitas kader, serta mendorong pemberdayaan keluarga dan masyarakat secara berkelanjutan.









