
Bupati Ketapang menghadiri apel gabungan di Polres Ketapang dalam rangka penyerahan dan pembagian personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Polda Kalimantan Barat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ketapang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polda Kalbar atas dukungan personel dalam penanganan karhutla, termasuk bantuan pendistribusian air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.
Bupati berharap musim panas segera berlalu dan hujan segera turun, tidak hanya di Kabupaten Ketapang, tetapi juga di seluruh wilayah Pulau Kalimantan.
Meski titik api di sejumlah wilayah Ketapang telah mengalami penurunan, potensi karhutla masih ditemukan di wilayah selatan. Kecamatan Kendawangan menjadi salah satu perhatian utama, khususnya di Desa Air Hitam, Desa Pembedilan, dan Desa Natai Kuini, berdasarkan laporan kepala desa, masyarakat, serta pemantauan satelit.
Kehadiran 300 personel tambahan dari Polda Kalbar diharapkan memperkuat upaya pencegahan dan pemadaman karhutla, terutama di wilayah rawan dan perbatasan Kalimantan Tengah. Personel tersebut akan bersinergi dengan TNI, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, serta unsur terkait lainnya agar penanganan di lapangan dapat dilakukan secara cepat, terpadu, dan efektif.
Dari total 300 personel BKO Polda Kalbar, sebanyak 200 personel berasal dari Brimob dan 100 personel dari Direktorat Samapta. Penempatan personel dilakukan di sejumlah wilayah melalui jajaran Polsek dan Polres Ketapang sesuai kebutuhan penanganan di lapangan.
Dukungan ini menambah kekuatan personel yang sebelumnya telah diterjunkan dari Brimob Polda Bali sebanyak 60 personel dan Brimob Polda Kalimantan Timur sebanyak 30 personel. Selain itu, terdapat pula delapan personel tambahan untuk mengoperasikan mobil *water treatment* guna mendukung penyediaan air bersih bagi masyarakat.
Bupati menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak dan partisipasi aktif masyarakat. Dengan memperkuat sinergi serta meningkatkan kesiapsiagaan, diharapkan kebakaran dapat segera dikendalikan, dampak kabut asap diminimalkan, dan keselamatan masyarakat tetap terjaga) kaperwil Kalbar Thomas dp)







