
Halmahera Selatan // Patroli86.com// – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa begitu khidmat di Desa Tuwokona, Kecamatan Bacan Selatan, Minggu (17/8/2025). Lapangan GOR Desa Tuwokona dipenuhi semangat kebersamaan, ketika pemerintah desa, BPD, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta generasi muda berdiri tegak memberi penghormatan pada Sang Saka Merah Putih.
Kepala Desa Tuwokona, Nursanti Awal, S.Pd., M.Pd., yang bertindak sebagai inspektur upacara, menyampaikan pesan penuh harapan. Ia menegaskan bahwa momentum kemerdekaan harus menjadi energi baru bagi pemuda Tuwokona untuk terus berkarya dan berkontribusi, baik bagi desa maupun bangsa.
,“Generasi muda harus berdiri di garda terdepan. Semangat kemerdekaan adalah semangat membangun, bukan hanya untuk bangsa, tetapi juga untuk kemajuan Desa Tuwokona yang kita cintai,” tegas Nursanti dalam amanatnya.
Lebih lanjut, ia menaruh harapan besar kepada para pemuda agar menjadi motor penggerak pembangunan.
,“Kami ingin pemuda Tuwokona tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing. Mereka harus siap membawa perubahan positif, tidak hanya untuk desa ini, tetapi juga untuk Indonesia di masa depan,” ujarnya penuh optimisme.
Prosesi pengibaran bendera berlangsung khidmat. Lusiyana Tatawi tampil percaya diri sebagai pembawa baki, sementara Rusiandi Masut memimpin jalannya upacara dengan lantang dan tegas. Kehadiran tokoh adat serta tokoh agama semakin memperkokoh nilai persatuan dalam upacara ini.
Setelah prosesi selesai, seluruh peserta berbaur dalam sesi foto bersama: para penggerek bendera, paduan suara, tokoh masyarakat, BPD, pemerintah desa, hingga warga. Potret kebersamaan itu menjadi simbol kuat bahwa persatuan adalah fondasi menuju kemajuan.
Tak berhenti di situ, demi menjaga semangat generasi muda dan melestarikan warisan budaya, perayaan dilanjutkan dengan penampilan tarian tradisional khas daerah. Anak-anak dan remaja Desa Tuwokona menampilkan gerakan penuh makna, yang disambut tepuk tangan meriah penonton. Kehangatan ini menegaskan bahwa semangat kemerdekaan bukan hanya soal perjuangan, tetapi juga menjaga identitas dan kebudayaan leluhur.
Perayaan HUT RI ke-80 di Tuwokona bukan sekadar seremoni tahunan. Bagi masyarakat, terutama generasi muda, momen ini menjadi titik bangkit untuk menatap masa depan dengan semangat baru: menjadikan desa lebih mandiri, sejahtera, dan memberi manfaat nyata bagi Indonesia.
(Tim Redaksi)









