
Rembang ,, patroli86.com,, 21 Agustus 2025.
Jamaah Umroh yang di berangkatkan oleh PT. Raudhah Multazam Indonesia yang rata-rata warga Kab. Rembang merasa kecewa dengan pelayanan dari PT. Raudhah Multazam Indonesia yang di anggap tidak profesional dalam menjalankan bisnis biro perjalanan Umroh.
Jamaah kecewa
Kekecewaan bermula dari adanya hambatan pemulangan Jamaah Umroh PT. Raudhah Multazam Indonesia, saat akhir dari kegiatan Umroh di tanah suci, Jamaah Umroh yang berjumlah 14 orang, terkejut saat menerima informasi dari PT. Raudhah Multazam Indonesia bahwa pemulangan para Jamaah tersebut mengalami kendala di karenakan agen cabang Kab. Rembang Kusnandar belum membayarkan sebagian kewajibpannya kepada PT. Raudhah Multazam Indonesia, sehingga para Jamaah yang berjumlah 14 orang tersebut belum bisa di pulangkan sebelum Kusnandar melunasi kewajibpannya kepada PT. Raudhah Multazam Indonesia.
PT. Raudhah Multazam Indonesia dianggap tidak profesional
Jamaah menyesalkan kejadian ini, seharusnya PT. Raudhah Multazam Indonesia sudah menerima 14 Jamaah tersebut sebagai pengguna jasanya, PT. Raudhah Multazam Indonesia harus bertanggung jawab terhadap mereka dari berangkat hingga tiba kembali ke tanah air, bukan malah kita di terlantarkan di negara orang, bila kita tidak membayar biaya tambahan sebesar Rp. 90.000.000.00 kita ga bisa kembali ke tanah air, ucap salah satu dari Jamaah.
Seharusnya PT. Raudhah Multazam Indonesia tidak memungut kembali biaya ke kami, karena kami sudah membayar penuh kepada agency Kusnandar, seandainya uang jasa tersebut di gelapkan Kusnandar, PT. Raudhah Multazam Indonesia tetap bertanggung jawab kepada kami, karena di sini kami pengguna jasa pembrangkatan Umroh PT. Raudhah Multazam Indonesia.
Bila memang Kusnandar bermasalah dengan PT. Raudhah Multazam Indonesia atas dugaan tindak pidana Penipuan dan penggelapan mengatasnamakan PT. Raudhah Multazam Indonesia, seharusnya pihak perusahaan bisa berurusan dengan Kusnandar, bukanya kami yang di peras untuk setor kembali sejumlah uang kepada PT. Raudhah Multazam Indonesia, ujar salah seorang jamaah yang tidak mau di sebut namanya.
Himbauan kepada masyarakat pengguna jasa Pembrangkatan Haji atau Umroh agar lebih berhati-hati, agar kejadian serupa tidak terulang kembali. (DNY)








