
Bali,, patroli86,com ,, Ketut Purniti seorang perempuan spiritual yang sangat tekun ulet memberikan pencerahan tentang isi kitab suci bhagavad gita sampai keliling Nusantara, menuturkan pada awak media, tentang arti sujatinya tujuan kita hidup di Dunia ini sesuai dengan ajaran Hindu khususnya.
Kehidupan Manusia di dunia, Roh-roh yang terikat dalam cengkraman yang mengkhayalkan sangat menginginkan tercapainya kedamaian di dunia material tetapi mereka tidak mengetahui rumus kedamaian di dunia material.Kedamaian tidak mungkin dirasakan sebelum merasakan hidup sejahtra lahir bathin.Dalam ajaran Hindu Tujuan hidup manusia untuk mencapai kebahagiaan baik itu jasmani secara lahiriah yang disebut bhukti dan kebahagiaan rohani suka tanpawali duka yang disebut Mukti. Tujuan hidup Manusia di dunia disebutkan, Mokshartam jagadhita ya cad ity dharmah.
Dimulai dari “daranad dharma ityahur dharmena vedahta praja” Dengan dharma semua makhluk bisa diatur.”Tujuan hidup manusia didunia ini untuk meningkatkan kesejahtraan ,dalam ajaran Catur Purushaartha yaitu dharma,artha,kama dan moksah,empat tujuan hidup manusia didunia ini ; dharma berarti kebenaran ,kejujuran dan keadilan,artha berarti harta benda,kama berarti keinginan dan moksah berarti pembebasan atau mukti.Artha,kama dan moksah dapat dicapai berdasarkan dharma.
Dharma ada dua,kaitava dharma dan sanathana dharma.Kaitava dharma dharma yang mengikat pada ikatan material bersifat kebendaan dan bersifat sementara,sedangkan sanatana dharma adalah dharma yang memberikan jalan hidup spiritual yang bersifat kekal adanya menuju pelayanan bhakti yang murni mengabdikan diri sepenuhnya kepada Tuhan Yang Maha Esa.Tujuan kehidupan dalam sanatana dharma untuk mengenal jati diri,bertanya tentang sang diri,tentang kelahiran jadi manusia,tujuan hidup dalam menjalani hidup pada kehidupan agar selaras, seimbang baik lahir maupun bathin.Ada banyak contoh setelah seseorang diberikan artha yang banyak jika dijalankan tidak didasarkan ” dharma” dan tujuan kehidupannya menjadi sero, kenapa demikian karena hanya untuk memuaskan indria semata dan bersifat sementara.Bhagavad gita mengajarkan.”
Engkau berhak melakukan tugas kewajibanmu yang telah ditetapkan,tetapi engkau tidak berhak atas hasil perbuatan.Jangan menganggap dirimu penyebab hasil kegiatanmu,dan jangan terikat pada kebiasaan tidak melakukan kewajibanmu.Bg.2.47.
Acarya Besar diabad moderen Ac.B. Srila Prabhupada menjelaskan ada tiga pertimbangan disini: tugas-tugas kewajiban ,pekerjaan secara sembarangan,dan tidak melakukan perbuatan yang telah ditetapkan.
Tugas-tugas yang telah ditetapkan adalah kegiatan yang dianjurkan menurut sifat-sifat alam material yang telah diproleh seseorang.
Pekerjaan secara sembarangan berarti perbuatan tanpa izin dari penguasa,dan tidak melakukan perbuatan berarti tidak melakukan tugas-tugas kewajiban yang telah ditetapkan.
Sri Krishna menasehati Arjuna agar dia tidak bermalas-malasan,
melainkan melakukan tugas yang telah ditetapkan baginya tanpa terikat terhadap hasilnya.
Orang yang terpikat terhadap hasil pekerjaannya juga penyebab perbuatan.
Karena itu,dia menikmati atau menderita oleh hasil perbuatan itu.
Pekerjaan yang membawa hasil menyebabkan ikatan karena itu tidak menguntungkan Sang diri.
Sebaiknya berbuat tanpa mementingkan diri sendiri tentu saja memberikan jalan pembebasan atau moksah yang sesuai aturan petunjuk kitab suci.Bertindak tidak didasari dharma adalah dosa,Karena itu bagi Arjuna satu satunya jalan yang mujur menuju pembebasan melakukan perbuatan bertempur sebagai kesatria sejati.Melakukan tugas kewajiban dengan sikap seimbang untuk memuaskan Krishna.
Selanjutnya Sri Krishna bersabda” Apapun yang engkau lakukan,apapun yang engkau makan,apapun yang engkau persembahkan
atau sumbangan dan pertapaan apapun yang engkau lakukan,lakukanlah kegiatan itu sebagai persembahan kepada Ku,wahai putera Kunti.( Bg 9.27).
Dengan cara seperti ini engkau akan dibebaskan dari ikatan terhadap pekerjaan serta hasil yang menguntungkan dan tidak menguntungkan dari pekerjaan itu.
Dengan pikiran dipusatkan kepada Ku dalam prinsip pelepasan Ikatan ini,engkau akan mencapai pebebasan dan datang kepada Ku.Bg.9.28.
Tuhan sangat menyayangi para penyembahnya inilah perwujudan Tuhan selalu bertimbal balik bekerja dalam bhakti untuk kekelan dan kebahagiaan.Krishna tidak berat sebelah kepada siapapun,Segala sesuatu tergantung pada pelaksanaan tugas kewajiban nyata dalam kesadaran Krishna.
Team








