
Bekasi — patroli86.com ,, Isu pungutan liar (pungli) di kawasan Pasar Tumpah SGC Cikarang Kota kembali mencuat dan menjadi sorotan publik.
Sosok Bang Kancil, yang dikenal vokal memperjuangkan nasib pedagang dan ketertiban masyarakat, mengaku memiliki data lengkap berisi nama-nama oknum penerima setoran dari aktivitas pasar tumpah tersebut.
Menurutnya, data itu menunjukkan adanya praktik koordinasi ilegal yang selama ini membuat proses penertiban pedagang liar di sekitar lampu merah SGC selalu tersendat. Para mandor pengutipan diduga leluasa menarik setoran dari pedagang tanpa pengawasan yang jelas, sementara aparat dan pemerintah seolah menutup mata.
“Sudah lama masyarakat mengeluh soal kemacetan dan kekacauan di kawasan ini. Tapi anehnya, setiap kali muncul pemberitaan, selalu diabaikan seolah tidak ada masalah. Kami punya catatan siapa saja yang bermain di belakang pungli ini,” ungkap Bang Kancil FRN tegas, senen (10/11/2025) siang.
Ia menegaskan, jika Pemerintah Kabupaten Bekasi tetap tidak mengambil langkah konkret, pihaknya akan melanjutkan upaya publikasi dan pelaporan hingga ke tingkat provinsi.
“Jika Pemkab Bekasi terus diam, kami akan viralkan terus kasus ini. Saya sendiri akan berkunjung langsung ke Gubernur Jawa Barat, Bapak Dedi Mulyadi. Saya akan membawa oleh-oleh berupa data agar beliau bisa langsung menyikapi dan membereskan masalah ini. Sudah terlalu lama pungli di Pasar Cikarang Kota ini terjadi,” ujar Bang Kancil.
Bang Kancil menilai, pemerintah daerah harus segera turun tangan dan tidak membiarkan kepentingan segelintir orang mengorbankan masyarakat luas.
“Kalau penegak hukum ikut bermain, masyarakat mau mengadu ke mana lagi? Pemerintah Kabupaten Bekasi harus bersih dan berani bertindak. Jangan hanya diam sementara nama pemerintah tercoreng karena pembiaran,” tambahnya.
Ia menutup pernyataannya dengan pesan keras kepada para pejabat daerah agar tidak menunggu situasi semakin panas di masyarakat. “Kalau tidak disikapi sekarang, kami pastikan semua data akan kami buka di hadapan publik dan diserahkan langsung ke Gubernur,” pungkasnya.***








