
Singkawang,, patroli86.com ,, Pemotongan anggaran transfer dari pemerintah pusat sebesar Rp198 miliar menjadi tantangan utama dalam penyusunan rencana pembangunan Kota Singkawang tahun 2027
. Kondisi tersebut berdampak langsung pada keterbatasan ruang fiskal daerah dalam membiayai program pembangunan.tutur nya di depan awak media patroli 86 com
Hal itu disampaikan Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD tingkat Kecamatan Singkawang
Tengah di Aula Kantor Camat Singkawang Tengah, Rabu (4/2/2026).tutur wali kota Singkawang depan media patroli ,86 2026
Menurut Tjhai Chui Mie, keterbatasan anggaran menuntut pemerintah daerah menyusun perencanaan pembangunan yang lebih realistis dan berbasis skala prioritas.
Setiap usulan harus benar-benar mendesak dan berdampak langsung bagi masyarakat.untuk 2026 ini
“Dengan kondisi anggaran yang terbatas, kita harus memilih program yang paling prioritas dan sesuai kemampuan keuangan daerah,” ujarnya.wali kota singkawang
Ia menyebutkan, proses Musrenbang menjadi ruang penting bagi masyarakat dan pemangku kepentingan di tingkat kecamatan untuk menyampaikan kebutuhan
di wilayah masing-masing. Usulan tersebut akan diseleksi untuk menentukan program yang paling mendesak dan strategis.
Meski menghadapi pemotongan anggaran, Pemerintah Kota Singkawang tetap berupaya mencari sumber pendanaan alternatif. Upaya tersebut dilakukan melalui pengajuan proposal ke kementerian terkait serta optimalisasi dukungan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Kita terus mencari solusi agar pembangunan tetap berjalan, tanpa bergantung sepenuhnya pada transfer pusat,” kata Tjhai Chui Mie.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur dasar serta peningkatan kualitas sumber daya manusia tetap menjadi fokus utama, termasuk pemenuhan kebutuhan rumah layak huni dan akses pendidikan bagi anak usia sekolah di wilayah perkotaan seperti Singkawang Tengah.
Menurutnya, sektor pendidikan dan kesehatan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kesiapan daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan di masa mendatang. Selain itu, penggalian potensi wilayah juga perlu terus dilakukan untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Di akhir arahannya, Tjhai Chui Mie mendorong camat dan lurah untuk berinovasi serta membangun kompetisi positif antarwilayah dalam rangka mempercepat pembangunan yang berkelanjutan di Kota Singkawang.
Humas Singkawang








