
Banjarmasin – Kalimantan Selatan, patroli 86.com, Senin 27 April 2026, ~~ Pernyataan Gubernur Muhidin tentang pentingnya sektor kesehatan dalam menarik investasi patut diapresiasi. Namun, publik juga berhak mempertanyakan konsistensi antara pernyataan dan praktik di lapangan.
Mendorong investasi tidak cukup hanya dengan membawa narasi layanan unggulan RSUD Ulin ke forum di Taman Mini Indonesia Indah. Upaya menarik investor seharusnya dibangun melalui kerja nyata, efisiensi anggaran, dan prioritas yang berpihak pada kebutuhan daerah—bukan dengan memindahkan perayaan atau kegiatan seremonial ke luar daerah dengan melibatkan banyak pejabat.
Jika sektor kesehatan benar-benar dijadikan pilar investasi, maka yang harus diperkuat adalah layanan di daerah itu sendiri: akses yang merata, kualitas fasilitas yang terus ditingkatkan, serta kehadiran tenaga medis yang memadai. Investor tidak hanya melihat presentasi di forum, tetapi juga realitas pelayanan di lapangan.
Mengaitkan promosi investasi dengan kegiatan perayaan di luar daerah justru berpotensi menimbulkan persepsi pemborosan dan kurangnya sensitivitas terhadap kondisi masyarakat. Hal ini bisa kontraproduktif terhadap upaya membangun kepercayaan publik maupun investor.
Momentum pembangunan Ibu Kota Nusantara memang harus dimanfaatkan. Namun, daya saing daerah tidak dibangun dari simbolisme, melainkan dari tata kelola yang transparan, fokus pada pelayanan publik, dan penggunaan anggaran yang tepat sasaran.
Jika Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan serius ingin menarik investasi berkualitas, maka langkah yang lebih mendasar perlu dilakukan: memperkuat fondasi pelayanan di daerah, memastikan akuntabilitas, dan menghindari kebijakan yang berpotensi menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Investasi datang karena kepercayaan. Dan kepercayaan lahir dari konsistensi, bukan seremoni.
KONTAK MEDIA :
IRWANSYAH
PATROLI86.COM
📞0815-7317-6783






