
Banjarmasin, Kalimantan Selatan – Patroli86.com, 28 April 2026 —
Pernyataan Gubernur Muhidin yang menempatkan sektor kesehatan sebagai magnet investasi terdengar menjanjikan di permukaan. Namun publik tidak bisa terus-menerus disuguhi retorika tanpa bukti nyata. Pertanyaan mendasar pun muncul: di mana letak konsistensi antara ucapan dan tindakan.
Menggaet investor bukan urusan panggung, bukan pula soal memoles citra di forum-forum luar daerah seperti di Taman Mini Indonesia Indah. Membawa nama besar RSUD Ulin ke luar daerah tanpa pembenahan serius di dalam justru memperlihatkan paradoks: promosi yang megah, tetapi fondasi yang belum tentu kokoh.
Lebih ironis lagi, ketika promosi investasi dibungkus dalam kegiatan yang sarat nuansa seremonial, lengkap dengan mobilisasi pejabat ke luar daerah. Ini bukan hanya soal efektivitas, tetapi juga soal kepekaan. Di tengah berbagai kebutuhan mendesak masyarakat, langkah semacam ini berisiko dianggap sebagai pemborosan yang sulit dibenarkan.
Jika kesehatan benar-benar dijadikan pilar investasi, maka seharusnya fokus diarahkan pada hal-hal yang substansial: pemerataan layanan, peningkatan kualitas fasilitas, serta ketersediaan tenaga medis yang memadai. Investor tidak mudah terpesona oleh presentasi—mereka melihat fakta.
Mereka menilai langsung bagaimana layanan berjalan, bukan bagaimana ia dipromosikan.
Mengaitkan investasi dengan agenda yang berbau seremoni di luar daerah justru mengirimkan sinyal yang keliru. Alih-alih membangun kepercayaan, langkah ini berpotensi menimbulkan skeptisisme—baik dari masyarakat maupun calon investor.
Momentum pembangunan Ibu Kota Nusantara memang membuka peluang besar. Namun peluang itu tidak akan berarti jika tidak diiringi dengan tata kelola yang bersih, transparan, dan berorientasi pada hasil nyata. Daya saing daerah tidak lahir dari simbolisme, melainkan dari kinerja yang terukur dan keberanian melakukan pembenahan dari dalam.
Jika Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan benar-benar serius menarik investasi berkualitas, maka tidak ada pilihan lain selain kembali ke dasar: benahi layanan publik, tegakkan akuntabilitas, dan hentikan kebijakan yang hanya memicu polemik tanpa dampak nyata.
Karena pada akhirnya, investasi bukan soal janji, Investasi adalah soal kepercayaan. dan kepercayaan tidak dibangun di atas seremoni.
KONTAK MEDIA :
IRWANSYAH
PATROLI86.COM
📞0815-7317-6783






