
Garut – patroli86.com ,, Dugaan penyalahgunaan kendaraan operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Neglasari, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, memantik sorotan tajam publik. Mobil operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Neglasari 2 yang seharusnya digunakan khusus untuk mendistribusikan makanan bergizi ke sekolah-sekolah dan Posyandu, diduga justru dipakai mengangkut tabung gas LPG hingga mengalami kecelakaan tunggal dan terguling di tanjakan Bahar, Kampung Salahhonje, pada hari jum,at malam sabtu sekitar pukul 20.00 WIB.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius masyarakat karena kendaraan yang didanai dan diperuntukkan bagi program strategis nasional itu diduga digunakan di luar fungsi pokoknya. Sejumlah warga di lokasi dan sopir membenarkan mobil tersebut dikenal sebagai kendaraan distribusi makanan program MBG.
“Memang betul itu mobil buat distribusi makanan,” ujar salah seorang warga di sekitar lokasi kejadian.
Insiden tergulingnya kendaraan operasional MBG itu memunculkan tanda tanya besar terkait lemahnya pengawasan dan dugaan penyimpangan penggunaan aset operasional program pemerintah. Apalagi, berdasarkan ketentuan operasional Badan Gizi Nasional (BGN), kendaraan distribusi SPPG diperuntukkan khusus mengantar makanan bergizi siap saji kepada penerima manfaat, bukan untuk mengangkut logistik lain seperti tabung gas LPG.
Jika dugaan tersebut benar, penggunaan mobil operasional MBG untuk mengangkut tabung gas dinilai sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap aturan operasional. Selain berpotensi membahayakan keselamatan, tindakan itu dinilai mencederai integritas program MBG yang selama ini digadang-gadang menjadi program prioritas nasional.
Ironisnya, di tengah mencuatnya dugaan pelanggaran tersebut, pihak yang seharusnya memberikan penjelasan justru dinilai memilih bungkam.
Korcam Pakenjeng Abdul Azid disebut tidak memberikan respons saat dihubungi awak media melalui sambungan telepon maupun pesan WhatsApp. Upaya konfirmasi yang dilakukan berulang kali dilaporkan tak mendapat tanggapan.
Sikap diam ini memunculkan sorotan tajam. Sebab, sebagai koordinator kecamatan yang semestinya memahami pengawasan operasional di lapangan, ketidakmauan memberikan klarifikasi justru dinilai memperbesar kecurigaan publik.
Sementara itu, Korwil Salsa saat dimintai tanggapan hanya memberikan jawaban singkat yang dinilai belum menjawab substansi persoalan. saya sedang ada pekerjaan dr pimpinan yg harus segera selesai pak. mungkin bisa chat terlebih dahulu.ujarnya
Respons yang dianggap normatif dan tidak menyentuh pokok persoalan itu menuai kritik. Di tengah isu dugaan penyalahgunaan fasilitas negara, publik menilai yang dibutuhkan adalah penjelasan terbuka, bukan jawaban mengambang.
Bungkamnya Korcam dan lambannya respons Korwil justru menimbulkan kesan adanya pembiaran terhadap dugaan pelanggaran di lapangan. Bahkan muncul pertanyaan keras dari berbagai kalangan: mengapa ketika ada dugaan penyalahgunaan mobil operasional MBG, pihak pengawas justru terkesan menghindar?
Sorotan juga mengarah pada dugaan lemahnya pengawasan internal antara pihak koordinator wilayah, koordinator kecamatan, hingga pengelola dapur MBG. Bila kendaraan distribusi makanan benar digunakan mengangkut tabung gas hingga berujung kecelakaan, maka ini dinilai bukan sekadar kelalaian teknis, melainkan persoalan tata kelola yang patut dievaluasi menyeluruh.
Dokumentasi video insiden tergulingnya kendaraan disebut telah beredar dan menjadi perhatian. Peristiwa ini dinilai menjadi alarm keras bahwa program sebesar MBG tak boleh dikelola secara serampangan.
Sejumlah pihak mendesak adanya investigasi menyeluruh terhadap penggunaan mobil operasional SPPG Neglasari 2, termasuk audit kepatuhan terhadap aturan operasional BGN. Jika ditemukan pelanggaran, sanksi administratif hingga pembekuan operasional SPPG terkait dinilai harus diterapkan tanpa pandang bulu.
Publik juga menilai diamnya para pejabat lapangan dalam kasus ini berpotensi memperburuk kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan Program MBG.
“Jangan sampai program bagus rusak oleh dugaan penyalahgunaan dan sikap saling tutup-tutupi,” ujar salah seorang warga yang menyoroti kasus tersebut.
Kini masyarakat menunggu langkah tegas pihak berwenang, termasuk klarifikasi resmi, evaluasi menyeluruh, hingga kemungkinan penindakan terhadap pihak yang bertanggung jawab.
Hingga berita ini diterbitkan, Korcam Abdul Azid maupun Korwil Salsa belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penyalahgunaan mobil operasional MBG yang diduga digunakan mengangkut tabung gas hingga terguling tersebut. Awak media masih terus berupaya melakukan konfirmasi lanjutan.
Tim








