
Tanah Bumbu – Satui, patroli86.com — Di atas Crane Barge Bina 103, Kapten Mamat menggelar syukuran penuh makna. Bukan sekadar ritual, melainkan pernyataan lantang bahwa keselamatan kerja dan kepedulian sosial adalah fondasi utama setiap langkahnya di perairan muara satui, desa Satui Barat, kecamatan Satui, kabupaten Tanah Bumbu. Minggu 3 Mei 2026.
Acara yang digelar langsung di atas kapal itu menjadi simbol komitmen spiritual sekaligus tanggung jawab moral. Doa keselamatan dipanjatkan, namun lebih dari itu, Kapten Mamat menegaskan bahwa setiap aktivitas operasional harus berpijak pada nilai kemanusiaan dan keberpihakan kepada masyarakat.
Kehadiran tokoh-tokoh masyarakat Muara Satui memperkuat pesan tersebut. Dukungan mereka menunjukkan bahwa Kapten Mamat bukan hanya pemimpin kapal, tetapi juga bagian dari denyut kehidupan warga. Ia dikenal membaur tanpa sekat, turun tangan membantu, dan selalu hadir di tengah masyarakat ketika dibutuhkan.
“Kapten Mamat bukan sekadar nakhoda. Ia adalah sahabat rakyat Satui,” ungkap salah satu tokoh masyarakat yang hadir.
Hubungan timbal balik ini nyata: warga menghormati dan merangkul Kapten Mamat sebagai bagian dari komunitas mereka. Sikapnya yang ramah, responsif, dan peduli menjadikan sosoknya lebih dari sekadar figur profesional — ia adalah teladan kepemimpinan yang berakar pada solidaritas.
Di tengah kerasnya dinamika industri perairan, Kapten Mamat membuktikan bahwa profesionalitas tidak harus dingin dan berjarak. Ia menunjukkan bahwa keberanian memimpin bisa berjalan seiring dengan kehangatan membangun hubungan sosial.
Dengan syukuran ini, Kapten Mamat menegaskan: keselamatan bukan hanya urusan teknis, melainkan ikatan moral dengan Allah SWT dan masyarakat.
Pewarta: Irwansyah







