
Tanah Laut, Kalimantan Selatan,, Patroli86.com – Dugaan lemahnya pengelolaan lingkungan kembali mencuat di kawasan pertambangan batu bara di Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut. Seorang warga, ibu wati (IRT), mengaku lahan perkebunannya di RT 05/RW 02, Desa Kintap Kecil, terendam air yang diduga berasal dari aktivitas tambang PT Arutmin Indonesia (site Kintap).
Menurut keterangan Ibu wati, genangan tersebut telah terjadi sejak tahun 2023 dan hingga kini belum mendapatkan penyelesaian yang memadai. Iya mengaku telah melaporkan persoalan ini pihak PT. Arutmin Indonesia dengan inisial ( F ), namun sampai Minggu (7/6/2026) belum ada respons maupun tindak lanjut yang dirasakan.
Akibat genangan yang diduga merupakan limpasan air dari area pertambangan, sekitar 400 meter area kebun terdampak dari total lahan seluas kurang lebih dua hektare.
Sejumlah pohon sawit dan tanaman produktif lainnya dilaporkan mati, mengakibatkan kerugian ekonomi bagi keluarga yang menggantungkan hidup dari hasil perkebunan.
Kasus ini memunculkan pertanyaan serius mengenai pelaksanaan dan pengawasan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) pada aktivitas pertambangan di wilayah tersebut. Jika benar genangan berasal dari aktivitas tambang, maka efektivitas sistem pengelolaan lingkungan dan pengendalian dampak yang menjadi bagian dari AMDAL patut dievaluasi oleh instansi berwenang.
“Kami hidup dari hasil kebun. Tetapi sebagian lahan sudah rusak dan belum ada penyelesaian yang jelas,” ujar Wati.
Wati meminta Kementerian Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Selatan, serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanah Laut, untuk turun langsung melakukan pemeriksaan lapangan dan mengusut dugaan dampak lingkungan yang terjadi.
Masyarakat juga berharap perhatian dari lembaga pemerhati lingkungan dan media lokal dan media nasional agar persoalan yang mereka alami mendapat penanganan yang transparan, objektif, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak PT Arutmin Indonesia Site Kintap terkait keluhan warga tersebut. ( Tim 86 )






