
Patroli 86.com ,, Bupati Ketapang tegas tentang Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang begitu perhatian dengan masyarakat kecil ujarnya tanggal 21/7/2026
di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, yang telah berlangsung sekitar sepekan terakhir kian memicu keresahan masyarakat.
Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mengular hingga ratusan meter, sementara sejumlah penjual BBM eceran menghentikan penjualan karena kehabisan stok.
Pantauan Ketapang Media, Selasa (21/7/2026), antrean kendaraan roda dua maupun roda empat terjadi di sejumlah SPBU di wilayah Kota Ketapang. Pengendara rela menunggu berjam-jam untuk mendapatkan BBM.
Di beberapa lokasi, antrean bahkan meluber hingga ke badan jalan dan masuk ke ruas gang di sekitar SPBU. Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas tersendat, terutama pada jam-jam sibuk.
“Biasanya tidak sampai seperti ini. Kalau begini terus, pekerjaan ikut terganggu,” ujar salah seorang pengendara yang ditemui di SPBU Jalan DI Panjaitan.
Situasi serupa juga terjadi di SPBU lainnya. Sejumlah warga mengaku harus berpindah dari satu SPBU ke SPBU lain setelah mengetahui stok BBM di lokasi pertama telah habis.
Kelangkaan pasokan turut berdampak pada para penjual BBM eceran. Sejumlah kios yang biasanya menjual Pertalite maupun Pertamax di sepanjang jalan utama Kota Ketapang tampak tutup karena stok telah habis.
“Sekarang tidak ada barang. Sudah beberapa hari kosong, jadi tidak bisa jual,” kata Ifah, salah seorang penjual BBM eceran.
Ketua Hiswana Migas Kabupaten Ketapang, Riza mengatakan, untuk mengurangi kepadatan antrean, SPBU di Kota Ketapang memperpanjang jam operasional hingga tengah malam. Selain itu, pembelian BBM bersubsidi juga dibatasi, yakni maksimal 5 liter Pertalite untuk sepeda motor dan 20 liter untuk mobil.
Riza mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.
“Malam ini pun SPBU buka sampai tengah malam. Doakan besok kondisinya sudah tenang dan stok sudah terisi semua. Kami juga mengimbau masyarakat jangan melakukan panic buying,” ujarnya, Selasa (21/7/2026) malam)Thomas dp kaperwil Kalbar)








