
Dana Desa Rp 283 Juta Mengalir, Warga Tanya, Pembangunan Rp 157 Juta Buat Apa?
TANGGAMUS, LAMPUNG – PATROLI86.COM
Senin, 28 Juli 2026
Banner APB-Pekon Tegal Binangun, Kec. Sumberejo tahun 2026 dipasang. Tapi alih-alih bikin bangga, data di dalamnya justru memunculkan tanda tanya besar.
Bagaimana tidak, total pendapatan Pekon hanya Rp 607.991.535,99, Sementara ,belanja malah Rp 616.303.048,77,. Artinya, Pekon Tegal Binangun tahun ini ,defisit Rp 8.311.512,78, sejak awal.
Dana desa mengalir deras tapi,
Dari total pendapatan, porsi terbesar justru dari pusat.Dana Desa Rp 283.373.000,00, dan ,Alokasi Dana Pekon Rp 303.826.515,34. Total transfer dari pemerintah tembus ,Rp 604 juta, atau 99% dari pendapatan.
Pertanyaannya,ke mana larinya uang rakyat itu? Belanja pemerintahan jadi raja ,Fakta di lapangan, Rp 351.168.836,77, atau 57% dari total belanja, habis untuk ,Bidang Pemerintahan, Sumbernya dari PAD, ADP dan Bagi Hasil Pajak.
Sementara untuk ,Pembangunan yang langsung dirasakan warga hanya Rp 157.264.000,00. Itu pun tidak dirinci untuk kegiatan apa. Jalan? Drainase? Rabat beton? Warga geleng-geleng.
Rincian lainnya,Pembinaan,Rp 69,6 juta
Pemberdayaan, Rp 34,6 juta, Bencana/Darurat,Rp 3,6 juta
Defisit ditutup Silpa transparansi
Defisit Rp 8,3 juta itu ditutup dari SILPA tahun lalu Rp 13,3 juta. Setelah dipotong pengeluaran pembiayaan Rp 5 juta, sisanya pas Rp 0.
Memang banner sudah dipasang sesuai aturan. Tapi keterbukaan bukan cuma soal angka total.
“Warga berhak tahu detailnya. Dana Desa Rp 283 juta itu kerjanya apa saja. Jangan sampai uangnya habis untuk rapat dan ATK saja” kata salah satu warga yang enggan disebut namanya.
Desakan media PATROLI86,
Kami mendesak, Pemerintah Pekon Tegal Binangun, segera publikasikan RAB dan rincian kegiatan Bidang Pembangunan Rp 157 juta
,BPKD & Inspektorat Tanggamus, lakukan pengawasan agar Dana Desa tidak salah sasaran,BPD Tegal Binangun, aktif mengawasi, jangan jadi stempel
Anggaran itu uang rakyat. Bukan uang pribadi. Wajar jika warga menuntut akuntabilitas.
Media PATROLI86.akan terus mengawal.
MAULANI







