
Rantang Ditumpuk di Lantai, Kader Pindahkan Makanan ke Wadah Plastik
TANGGAMUS, LAMPUNG – PATROLI86.COM
Selasa, 04 Agustus 2026
Proses distribusi Makan Bergizi Gratis MBG dari ,SPPG Campang 2, Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus, Yayasan Asna Ahsan Perkasa, disorot warga terkait standar higienitas.
Pantauan media PATROLI86., Selasa 04/08/2026 pukul 10.49 WIB, makanan MBG dari dapur SPPG terlebih dahulu diantar ke kediaman Kepala Pekon Gisting Atas.
Menurut pengakuan Istri Kepala Pekon Gisting Atas, rumah tersebut sengaja dijadikan tempat transit.
“Makanan MBG dari ompereng SPPG diantar ke tempat saya dulu. Setelah itu dipindahkan ke tempat penerima setiap Posyandu yang sudah disiapkan tim kader masing-masing. Karena lokasi setiap Posyandu lumayan jauh,” ujarnya.
Dari dokumentasi terlihat para kader sedang memindahkan makanan dari ompereng stainless ke wadah plastik sekat 3. Puluhan rantang juga tampak ditumpuk di atas tikar di lantai area semi terbuka.
untuk 8 posyandu di gisting atas
Berdasarkan catatan di lokasi, MBG tersebut akan dibagikan ke, Posyandu Melati, Sedap Malam, Teratai, Anggrek, Kasih Ibu, Permata Bunda, Permata Hati, dan Delima.
Warga mempertanyakan apakah memindahkan makanan di area terbuka dan menaruh rantang di lantai sudah sesuai SOP dari Badan Gizi Nasional.
Saat media PATROLI86. mendatangi dapur SPPG Campang 2 untuk konfirmasi, Kepala SPPG tidak berada di lokasi. Menurut keterangan sekuriti, yang bersangkutan sedang tidak ada.
Bagaimana seharusnya sesuai SOP BGN? Berdasarkan Pedoman Teknis MBG BGN, titik transit harus, bersih, tertutup, dan higienis. Makanan tidak boleh kontak langsung dengan lantai dan tidak boleh dipindahkan dari ompereng ke wadah lain di tempat transit. Proses ini rawan kontaminasi debu dan bakteri.
Atas temuan ini, PATROLI86. dan warga menuntut ,pihak yang bersangkutan, mulai dari Kepala SPPG Campang 2, Yayasan Asna Ahsan Perkasa, hingga Badan Gizi Nasional BGN, untuk segera mengambil sikap tegas.
Evaluasi menyeluruh dan pembinaan harus dilakukan. Jangan sampai program MBG yang tujuannya untuk meningkatkan gizi anak justru mengabaikan standar keamanan pangan. Program ini harus benar-benar berjalan sesuai SOP demi kesehatan anak-anak dan ibu hamil penerima manfaat.
Hingga berita ini diturunkan, PATROLI86.masih berupaya mengkonfirmasi pihak terkait.
Maulani







