
PAPUA TENGAH – PAPUA PEGUNUNGAN, 20 SEPTEMBER 2026 – Ini bukan lagi konflik. Ini teror terhadap rakyat Papua sendiri! Dalam 24 jam terakhir, 4 peristiwa biadab terjadi berurutan dari Intan Jaya hingga Wamena, dan semuanya korbannya adalah ORANG ASLI PAPUA.
Sumber: TikTok @cenderawasihpos_cepos / http://Ceposonline.com, @partisipasi.masyarakat / Papua Tribe, @terasmaluku.com, @namin.aulagani.
TKP 1 – INTAN JAYA, PAPUA TENGAH – 15 SEPTEMBER 2026 – 09.00 WIT: 4 WARGA DIKEPUNG DI TENGAH LADANG LUMPUR
SUASANA TEGANG! Video lama dari Cenderawasih Pos memperlihatkan detik-detik yang bikin darah mendidih.
Lokasi: Lapangan terbuka berlumpur di pedalaman Intan Jaya, latar pegunungan berkabut, mendung.
4 orang pria asli Intan Jaya, bertelanjang dada, duduk bersila di lumpur, tangan di lutut, tertunduk ketakutan. Di sekeliling mereka, belasan anggota KKB pakaian hitam, wajah coreng arang, todongkan laras panjang dan parang melingkar seperti eksekutor.
Satu pimpinan KKB mondar-mandir interogasi.
Dari audio yang berhasil di-transkrip, salah satu warga yang dikepung berteriak putus asa:
> “Ke pasar tidak bisa, kondisi terus tembak-menembak di jalan raya umum…”
> “Bantuan harus turun, pembangunan harus turun… saya sudah siap mati, mau tembak saya siap, tapi pesawat harus bebas masuk!”
Mereka bukan mata-mata. Mereka hanya warga yang ingin ke pasar, ingin bantuan dan pesawat logistik tetap masuk ke Intan Jaya. Tapi mereka dijadikan sandera propaganda.
Intan Jaya adalah Zona Merah Kodap VIII pimpinan Undius Kogoya dan Aibon Kogoya.
TKP 2 – PEDALAMAN PAPUA SELATAN – HARI YANG SAMA: RATAPAN MAMA PAPUA VS 2 EKSKAVATOR SANY 17 September 2026
Video kedua dari @partisipasi.masyarakat berjudul:
> RATAPAN MAMA PAPUA: “JANGAN BUNUH KAMI DI ATAS TANAH KAMI SENDIRI”
Seorang Mama Papua berambut gimbal pirang, wajah dicoreng arang putih tanda duka adat, baju hitam rok rumbai sagu, tersungkur, merangkak, meraung-raung sambil memeluk daun sagu muda dan mencium lumpur bekas tebangan.
Di belakangnya, berdiri gagah 2 unit ekskavator raksasa kuning merek SANY yang terus mengeruk tanah ulayat. Di sampingnya, seorang anak kecil memegang karton bertuliskan tangan “BUBER TOPO NAWA” – jeritan adat untuk hentikan pembabatan.
Di hutan mereka ditindas alat berat. Di kampung mereka ditindas senjata.
TKP 3 – PADANG RUMPUT PAPUA – VIRAL FOTO PENYIKSAAN OLEH OPM SENDIRI 16 September 2026
Foto ketiga yang bikin publik murka: VIRAL & HEBOH! DUGAAN PENYIKSAAN MAMA-MAMA PAPUA OLEH TPNPB-OPM JADI SOROTAN.
Visual: Dua warga Papua dengan rok adat kotak-kotak digantung tangan diikat ke atas di tiang kayu gantungan di tengah padang rumput. Di depan mereka, 2 pria bersenjata pakaian perang adat, kalung manik-manik, noken, mengawasi dengan dingin.
Ini adalah bukti terdalam: Jika mama itu menangis karena tanahnya dirampas korporasi, di sisi lain mereka juga digantung oleh kelompok yang mengatasnamakan pembebasan Papua! Siapa yang membela mama-mama?
TKP 4 – WAMENA, JAYAWIJAYA – 17 SEPTEMBER 2026 SORE: ULTIMATUM SADIS EGIANUS KOGOYA – TEMBAK HABIS SEMUA ASN!
Puncaknya adalah Voice Note dari Egianus Kogoya, Pimpinan TPNPB-OPM Kodap III Ndugama.
Dengan logat keras, ia keluarkan perintah eksekusi massal:
> “Tiba dimana saja itu habis karena otak sama dengan Bupati Wamena. Saya minta pasukan saya yang sedang putar di Ibu Kota Wamena… kalau perang di Wamena kepala distrik sampai desa maupun aparat maupun sekretaris itu TEMBAK HABIS!”
> “Wamena adalah kami tuan rumah, bukan anak-anak baru! Wamena adalah kami punya tempat!”
Ia klaim Wamena miliknya dan semua struktur pemerintahan dari Bupati, Kepala Distrik, Kepala Desa, Sekretaris, ASN Papua hingga TNI-Polri sah untuk ditembak mati.
Ultimatum ini keluar 24 jam setelah eksekusi sopir asal Toraja Aris Sanda di Danau Habema – yang mobil Triton merahnya dibakar di jurang. Koops Habema dan Polres Jayawijaya kini siaga penuh di jalur maut Wamena – Mbua – Habema.
KESIMPULAN REDAKSI: PAPUA DIJEPIT 3 PENJAJAH
1. Dijepit KKB yang kepung warganya sendiri di lumpur Intan Jaya.
2. Dijepit Ekskavator SANY yang gusur hutan sagu mama-mama.
3. Dijepit Ultimatum Egianus yang mau tembak habis semua ASN yang melayani rakyat.
Yang menderita tetap rakyat kecil. Yang tidak bisa ke pasar, tidak bisa berkebun, tidak bisa sekolah.
Tim Redaksi Investigasi – Billy Pratama Raharjo









