
Tapanuli Tengah Patroli86.com SMAN1 Matauli Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah Provinsi Sumatra Utara mengadakan kegiatan simulasi bencana gempa bumi ‘ simulasi ini dilakukan dalam rangka mengedukasi kesiapsiagaan bencana Sabtu 31/08/24 Di Pandan Kab. Tapanuli Tengah
Kegiatan ini diselenggarakan oleh sekolah SMAN1 Matauli Pandan dan melibatkan tim Basarnas kabupaten Tapanuli Tengah , serta satuan radar 234 Sibolga.
Kegiatan ini dimulai dengan sosialisasi dalam pengarahan Azmi Lubis sebagai komandan Basarnas dan dibagi menjadi empat tim ” tim graha satu ,tim Alva, tim Carli gravo dan tim delta . dari empat tim tersebut siswa siswi kelas X , XI dan XII melaksanakan kegiatan setelah serine alaram peringatan berbunyi tepat pukul 17:00 wib menandakan telah terjadi gempa bumi, Siswa siswi berlarian sambil melindungi kepala mereka dan saling membantu , setelah itu mereka berkumpul di depan gedung asrama putra putri SMAN1 Matauli Pandan.
Penyuluhan simulasi gempa bumi ini memiliki banyak manfaat bagi siswa siswi SMAN1 Matauili Pandan Dengan adanya penyuluhan ini siswa siswi akan mengetahui cara untuk menyelamatkan diri jika terjadi suatu bencana alam yang akan terjadi suatu waktu ” ungkap siswa tersebut.
Menurut kapten letkol ,Selamet Hartono satuan radar 234 Sibolga ‘ simulasi ini merupakan penyuluhan mitigasi bencana alam baik gempa bumi dan kita tidak tahun kapan terjadinya agar nantinya siswa siswi bisa menyelamatkan diri dan meyelamatkan orang lain begitu juga agar tidak panik , sesuai visi misi kami di SMAN1 MATAULI PANDAN dan kami juga melibatkan Basarnas dan Basarnas inikan tingkatkan sudah nasional bukan lokal, ” pungkasnya.

Tak hanya sampai disitu Deden Rachmawan selalu kepala SMA N1 MATAULI PANDAN turut serta menyampaikan Kepada awak Media Patroli86.com
” Simulasi gempa bumi ini sifatnya untuk menjaga personal maupun klosal kalau terjadi kita dengar megatras kita sudah punya protap, serta mempunyai prosedur prosedur standar di asrama dan cara bagaimana menyelamatkan diri kemudian menyelamatkan temannya, minimal mereka kita bekali dengan pengetahuan tanda tanda bencana dan langkah langkah darurat yang nantinya apa yang harus di ambil dan dilakukan dalam menghadapi situasi darurat, sehubungan adanya pemberitaan baru baru ini yang belum kita ketahui kepastian bencana alam tersebut kita tidak perlu panik Was was , serta cemas dan Evoria tapi kita tentu tetap waspada tentunya landasannya adalah pengetahuan dan keterampilan, karna kita hidup di dunia penuh dengan dinamika mana ada hidup kita tanpa resiko, ” tutupnya
Henri Manalu








