
Tebo: Patroli86com
Perusahaan sawit yg berada di lingkungan warga Rantau api, tidak pernah mensosialisasikan masalah limbah dan asap yg mengganggu warga setempat, dengan bauk yg menyengat dan asap yg turun ke rumah rumah warga.
Pernah di demo oleh masyarakat sampai saat ini belum ada tindakan atau kompensasi yg di usulkan warga terdampak..
Bidin selaku Kadus tidak bisa mewakili warga nya .. untuk mengusulkan ke pihak perusahaan agar warganya ada perhatian ke warganya terdampak dari Bauk asap dan pencemaran yg di timbulkan oleh perusahaan pengolah buah sawit tersebut.
Pemilik perusahaan tutup mata dengan keluhan warga yg terdampak dengan limbah dan Bauk yg tidak sedap Ke pemukiman warga
Pemilik perusahaan seolah olah kebal hukum.. dan tidak memperdulikan warga terdampak..
Sementara lokasi berdirinya perusahaan di lingkungan rawan banjir dan sawah warga.
Pada musim banjir setiap tahun lokasi pabrik tersebut selalu terendam banjir,.
Warga sekitar sangat khawatir jika terjadi banjir tidak menutup kemungkinan limbah akan meluap dan terbawa air banjir ke rumah rumah warga.
Lokasi perusahaan tersebut di kelilingi oleh anak sungai Batang hari dan setiap tahun kebanjiran..
” Kami warga desa rantau api , khusus nya dusun remaji mintak kepada pemerintah mengkaji ulang tentang berdirinya pabrik sawit di lingkungan kami . Karena selalu kena banjir setiap tahun.”.
“Jika pemerintah tidak mengindahkan usulan kamu tidak menutup kemungkinan kami akan demo kembali ” ungkap salah seorang penduduk yg tidak mau di sebutkan namanya.
Dari berdirinya perusahaan di desa rantau api juga tidak ada dampak positip nya bagi warga, karena hampir 60% karyawan bukan dari warga setempat.
Editor ( Jimy Kumbara)








